Adriano Galliani tampak marah kepada pelatih Massimiliano Allegri setelah timnya AC Milan dibantai Real Madrid 1-5 pada laga uji coba beberapa hari yang lalu.
Wakil presiden klub Rossonerri mengaku malu dengan penampilan anak asuh Allegri. Namun ia berpendapat bahwa kesalahan terletak pada pola permainan sang pelatih.
Di pertandingan itu, Los Blancos membuka pesta gol melalui tendangan first-time Angel Di Maria, sebelum akhirnya Robinho menyamakan kedudukan di menit ke-33. Hasil imbang bertahan hingga turun minum.
Namun di babak kedua, Madrid memulai aksi dengan membanjiri gawang Milan dengan empat gol tambahan tanpa mampu dibalas satu kali pun.
Galliani pun berang, dengan mengatakan bahwa Allegri baru saja membuat kesalahan fatal, termasuk melakukan sembilan pergantian pemain sepanjang laga.
"Bisakah anda percaya hal itu? Saya benar-benar marah. Anda tidak bisa melakukan sembilan kali pergantian pemain dalam satu pertandingan menghadapi Real Madrid," tukas Galliani.
"Pelatih membuat beberapa kesalahan fatal dan saya akan memberitahunya. Kami bermain di New York, di hadapan 60,000 orang dan semua mata tertuju pada pertandingan."
Hal itu mengindikasikan bahwa Milan membutuhkan pembenahan sebelum mereka memulai laga Serie A menghadapi Sampdoria di San Siro, 26 Agustus mendatang.
Van Persie ke Juve Tergantung Nasib Conte
Usaha Juventus untuk mendapatkan Robin van Persie kembali menemui ganjalan. Setelah sempat dilaporkan menarik diri dari perebutan jasa RVP karena masalah dana, Juve harus menghadapi masalah baru.
Laporan baru menyebutkan bahwa Van Perise akan menolak pindah ke Juve seandainya Antonio Conte harus menjalani hukuman yang lama. Conte saat ini memang tengah menjalani persidangan terkait keterlibatannya dalam skandal Scommessopoli.
Seorang teman dekat Van Persie mengatakan kepada The Daily Mirror bahwa RVP sedang mengamati perkembangan kasus Conte dengan seksama. Van Persie pernah diberitakan untuk memprioritaskan Juve sedandainya dirinya harus pergi dari Arsenal.
Van Persie disebut akan keberatan berbaju Juve jika Conte mendapat hukuman yang lama. Van Persie kemungkinan besar akan meilih satu diantara duo Manchester yang juga mengincarnya.
Banding Conte untuk dihukum selama tiga bulan telah ditolak pihak berwenang. Kini Conte tengah mengajukan banding kedua untuk masa hukuman empat bulan.
IBRA TINGGALKAN MILAN
Striker Swedia Zlatan Ibrahimovic telah resmi bergabung dengan Paris Saint-Germain.
Ibrahimovic, 30, adalah bagian dari paket pembelian yang dilakukan PSG untuk AC Milan. Defender Thiago Silva, yang ditandatangani pekan lalu, juga merupakan bagian dari paket yang bernilai sekitar 65 juta Poundsterling.
Beberapa media melaporkan bahwa Ibrahimovic akan mendapatkan bayaran sebesar 13 juta Pound per tahun. Striker jangkung ini telah setuju menandatangani kontrak selama tiga tahun untuk bermain bersama klub kaya Prancis tersebut
Jepang vs Indonesia, Lawan Berat Garuda
Melawan Jepang malam nanti adalah laga berat. Namun, Indonesia harus sebisa mungkin tak boleh kehilangan poin.
Memang masih ada Singapura yang menunggu di laga pamungkas. Akan tetapi nasib Timnas U-22 bakal ditentukan di laga yang akan berlangsung di Stadion Utama Riau Kamis malam nanti (12/7).
Jika kalah, kans untuk lolos ke babak berikutnya semakin sulit. Namun jika menang atau seri, jaminan lolos ke putaran final Piala Asia U-22 seolah sudah dalam genggaman.
Meski begitu, sebenarnya hasil imbang tanpa gol Singapura atas Australia lalu sedikit membuka celah bagi Indonesia. Hasil seri malam nanti bukan hanya membuat peluang Garuda Muda untuk merebut peringkat tiga terbaik saja. Lebih dari itu, hasil imbang membuka peluang kita untuk lolos sebagai runner up Grup E.
Untuk menebak susunan formasi Jepang sendiri terhitung sulit. Yoshida Yasushi selalu menurunkan pemain yang berbeda dari ketiga laganya tersebut. Tercatat ada sekitar enam pemain yang bergantian turun dari laga yang satu ke laga yang lainnya.
"Jepang ini bagus karena mereka sudah terbina bersama sejak U-14. Pola apa pun yang diterapkan pelatihnya, mereka akan selalu siap," ujar asisten pelatih Widodo C Putro kemarin (11/7).
Dari kekuatan tim lawan, ada dua pemain yang layak diwaspadai Indonesia. Yakni, Masaya Matsumoto dan Watari Daiki yang selalu diturunkan di tiga laga Jepang. Matsumoto meski terkesan lamban, pemain bernomor punggung 35 inilah otak serangan Jepang. Umpan-umpan terobosannya yang tiba-tiba sering menjadi peluang emas bagi Jepang.
Sementara Watari, sejauh ini ia sudah tampil prima untuk menggantikan Suzuki Musashi yang dipulangkan ke Jepang. Teknik dan pandai membuka ruang yang dimilikinya sudah dibuktikan dengan dua gol yang diciptakan striker dengan nomor 25 ini.
Untuk lini belakang Blue Samurai, tak ada yang perlu dirisaukan Andik Vermansyah dan kawan-kawan. Meski saat ini empat bek mereka akan kembali fit karena disimpan di laga sebelumnya. Bek Jepang yang berpostur lebih tinggi, masih kalah jika beradu kecepatan dengan penyerang Indonesia. "Kekuatan Indonesia ada di barisan penyerangnya yang sangat cepat," ujar Yoshida mengakuinya.
Pelatih Aji Santoso sempat memberi isyarat kalau ia akan menurunkan formasi seperti saat melawan Australia lalu. Meski strateginya berujung kekalahan, ia yakin kalau 4-2-3-1 yang diraciknya akan menang malam nanti. Itu berarti, Hendra Bayauw akan kembali menjadi starter.
Dari formasi tersebut, posisi Ajisaka yang diragukan tampil, besar kemungkinan akan diberikan kepada Muhammad Ridwan. Bisa jadi kiper Bontang FC inilah yang akan menjadi pahlawan Indonesia untuk melakukan penyelamatan gemilang malam nanti.
Memang masih ada Singapura yang menunggu di laga pamungkas. Akan tetapi nasib Timnas U-22 bakal ditentukan di laga yang akan berlangsung di Stadion Utama Riau Kamis malam nanti (12/7).
Jika kalah, kans untuk lolos ke babak berikutnya semakin sulit. Namun jika menang atau seri, jaminan lolos ke putaran final Piala Asia U-22 seolah sudah dalam genggaman.
Meski begitu, sebenarnya hasil imbang tanpa gol Singapura atas Australia lalu sedikit membuka celah bagi Indonesia. Hasil seri malam nanti bukan hanya membuat peluang Garuda Muda untuk merebut peringkat tiga terbaik saja. Lebih dari itu, hasil imbang membuka peluang kita untuk lolos sebagai runner up Grup E.
Untuk menebak susunan formasi Jepang sendiri terhitung sulit. Yoshida Yasushi selalu menurunkan pemain yang berbeda dari ketiga laganya tersebut. Tercatat ada sekitar enam pemain yang bergantian turun dari laga yang satu ke laga yang lainnya.
"Jepang ini bagus karena mereka sudah terbina bersama sejak U-14. Pola apa pun yang diterapkan pelatihnya, mereka akan selalu siap," ujar asisten pelatih Widodo C Putro kemarin (11/7).
Dari kekuatan tim lawan, ada dua pemain yang layak diwaspadai Indonesia. Yakni, Masaya Matsumoto dan Watari Daiki yang selalu diturunkan di tiga laga Jepang. Matsumoto meski terkesan lamban, pemain bernomor punggung 35 inilah otak serangan Jepang. Umpan-umpan terobosannya yang tiba-tiba sering menjadi peluang emas bagi Jepang.
Sementara Watari, sejauh ini ia sudah tampil prima untuk menggantikan Suzuki Musashi yang dipulangkan ke Jepang. Teknik dan pandai membuka ruang yang dimilikinya sudah dibuktikan dengan dua gol yang diciptakan striker dengan nomor 25 ini.
Untuk lini belakang Blue Samurai, tak ada yang perlu dirisaukan Andik Vermansyah dan kawan-kawan. Meski saat ini empat bek mereka akan kembali fit karena disimpan di laga sebelumnya. Bek Jepang yang berpostur lebih tinggi, masih kalah jika beradu kecepatan dengan penyerang Indonesia. "Kekuatan Indonesia ada di barisan penyerangnya yang sangat cepat," ujar Yoshida mengakuinya.
Pelatih Aji Santoso sempat memberi isyarat kalau ia akan menurunkan formasi seperti saat melawan Australia lalu. Meski strateginya berujung kekalahan, ia yakin kalau 4-2-3-1 yang diraciknya akan menang malam nanti. Itu berarti, Hendra Bayauw akan kembali menjadi starter.
Dari formasi tersebut, posisi Ajisaka yang diragukan tampil, besar kemungkinan akan diberikan kepada Muhammad Ridwan. Bisa jadi kiper Bontang FC inilah yang akan menjadi pahlawan Indonesia untuk melakukan penyelamatan gemilang malam nanti.
Alonso: Wanita Indonesia Berwajah Oke
Pemain bintang klub sepakbola Real Madrid dan Timnas Spanyol, Xabi Alonso mengaku terkesan dengan wanita Indonesia.
Alonso sendiri datang ke Indonesia untuk menghadiri acara pemecahan rekor dengan tajuk "Indonesia Mengoper Bola 2012". Kedatangannya sendiri atas prakarsa dari pabrik kacang. Sebelumnya rekannya di Timnas, Cesc Fabregas juga telah mengunjungi Indonesia dan bahkan bermain dalam laga eksibisi melawan Indonesia Selection beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan tersebut, Alonso juga memuji bagaimana wanita-wanita Indonesia memberikan kesan yang baik bagi dirinya. Bahkan dengan malu-malu dirinya memuji kecantikan wajah wanita Indonesia.
"Perempuan-perempuan di Indonesia mempunyai wajah yang oke," ucap Alonso terlihat malu-malu.
Alonso sendiri usai menghadiri acara di Monas tersebut tidak akan langsung kembali ke Negeri Matador. Dirinya bersama sang istri dikabarkan akan berlibur dan menikmati wisata di Bali.
Ronaldo Kunjungi Las Vegas
Legenda sepakbola Brasil Ronaldo akan mengunjungi Las Vegas Sabtu ini untuk mendukung rekan satu negaranya, Anderson Silva, bertarung di arena UFC untuk memperebutkan titel juara kelas menengah melawan Chael Sonnen.
Nampaknya, kehadiran Ronaldo tak sekadar untuk mendukung Anderson Silva bertarung. Eks bintang sepakbola Brasil itu juga datang untuk urusan bisnis.
Perusahaan marketing miliknya yang bernama 9ine adalah sponsor utama Anderson Silva. Kehadiran Ronaldo sekaligus bertujuan untuk mempromosikan pertarungan perebutan gelar juara tersebut. Kehadirannya saat jumpa pers kamis lalu pun berhasil menyedot perhatian media.
Usai melakukan jumpa pers, Ronaldo menghibur para jurnalis dan fans dengan naik ke atas ring untuk melakukan sparring bersama Anderson Silva. Ronaldo nampaknya memahami benar cara untuk mempromosikan event pertarungan tersebut.
Nampaknya, kehadiran Ronaldo tak sekadar untuk mendukung Anderson Silva bertarung. Eks bintang sepakbola Brasil itu juga datang untuk urusan bisnis.
Perusahaan marketing miliknya yang bernama 9ine adalah sponsor utama Anderson Silva. Kehadiran Ronaldo sekaligus bertujuan untuk mempromosikan pertarungan perebutan gelar juara tersebut. Kehadirannya saat jumpa pers kamis lalu pun berhasil menyedot perhatian media.
Usai melakukan jumpa pers, Ronaldo menghibur para jurnalis dan fans dengan naik ke atas ring untuk melakukan sparring bersama Anderson Silva. Ronaldo nampaknya memahami benar cara untuk mempromosikan event pertarungan tersebut.
Timnas U-22 Menang Tipis Atas Persibangga Purbalingga
Timnas U-22 Indonesia berhasil mengalahkan tuan rumah Persibangga Purbalingga 1-0 dalam laga persahabatan di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Minggu petang.
Pertandingan yang disaksikan sekitar 10.000 penonton ini berlangsung seru sejak wasit Sabar Murfianto meniup peluit tanda dimulainya babak pertama.
Para pemain Timnas U-22 binaan Aji Santoso ini langsung melancarkan serangan ke pertahanan Persibangga. Akan tetapi, berbagai upaya Garuda Muda untuk membobol gawang Persibangga yang dijaga kiper Suchaimin selalu kandas di tengah jalan.
Salah satu peluang gol yang dimiliki Timnas U-22 terjadi pada menit ke-17, namun bola yang ditendang oleh Didik Ariyanto dapat ditangkap oleh kiper Suchaimin.
Demikian pula bola yang ditendang Agung Supriyanto pada menit ke-20 terlalu tinggi sehingga hanya melintas di atas mistar gawang Persibangga.
Hal yang sama juga terjadi pada Persibangga Purbalingga. Sejumlah peluang gol yang dimiliki anak-anak asuhan Ahmad Muhariya gagal dimanfaatkan dengan baik.
Seperti yang terjadi pada menit ke-29, bola umpan dari Gunaryo, gagal ditendang oleh Harry Nur Y yang berada di depan gawang Timnas U-22 yang dijaga kiper Dhika Bayangkara.
Menjelang berakhirnya babak pertama, salah seorang pemain belakang Persibangga, Upi Hi Azis, harus meninggalkan lapangan karena mengalami cedera engkel.
Hingga turun minum, kedudukan masih tetap bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, permainan Timnas U-22 semakin garang dengan melancarkan serangan yang bertubi-tubi ke pertahanan Persibangga, hingga akhirnya sebuah gol dapat diciptakan oleh Fandi Eko pada menit ke-48.
Bola yang ditendang Fandi Eko berkat umpan datar dari Kurniawan ini bersarang di gawang Persibangga sehingga kedudukan berubah menjadi 0-1 untuk Timnas U-22.
Pertarungan pun semakin sengit dan sebuah pelanggaran dilakukan pemain Timnas U-22 terhadap Saeful Amar sehingga wasit memberikan hadiah penalti bagi Persibangga.
Akan tetapi, tendangan penalti yang dilakukan oleh Gunaryo gagal dieksekusi dengan baik.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup oleh wasit Sabar Murfianto, kedudukan tak berubah untuk keunggulan Timnas U-22.
Pertandingan yang disaksikan sekitar 10.000 penonton ini berlangsung seru sejak wasit Sabar Murfianto meniup peluit tanda dimulainya babak pertama.
Para pemain Timnas U-22 binaan Aji Santoso ini langsung melancarkan serangan ke pertahanan Persibangga. Akan tetapi, berbagai upaya Garuda Muda untuk membobol gawang Persibangga yang dijaga kiper Suchaimin selalu kandas di tengah jalan.
Salah satu peluang gol yang dimiliki Timnas U-22 terjadi pada menit ke-17, namun bola yang ditendang oleh Didik Ariyanto dapat ditangkap oleh kiper Suchaimin.
Demikian pula bola yang ditendang Agung Supriyanto pada menit ke-20 terlalu tinggi sehingga hanya melintas di atas mistar gawang Persibangga.
Hal yang sama juga terjadi pada Persibangga Purbalingga. Sejumlah peluang gol yang dimiliki anak-anak asuhan Ahmad Muhariya gagal dimanfaatkan dengan baik.
Seperti yang terjadi pada menit ke-29, bola umpan dari Gunaryo, gagal ditendang oleh Harry Nur Y yang berada di depan gawang Timnas U-22 yang dijaga kiper Dhika Bayangkara.
Menjelang berakhirnya babak pertama, salah seorang pemain belakang Persibangga, Upi Hi Azis, harus meninggalkan lapangan karena mengalami cedera engkel.
Hingga turun minum, kedudukan masih tetap bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, permainan Timnas U-22 semakin garang dengan melancarkan serangan yang bertubi-tubi ke pertahanan Persibangga, hingga akhirnya sebuah gol dapat diciptakan oleh Fandi Eko pada menit ke-48.
Bola yang ditendang Fandi Eko berkat umpan datar dari Kurniawan ini bersarang di gawang Persibangga sehingga kedudukan berubah menjadi 0-1 untuk Timnas U-22.
Pertarungan pun semakin sengit dan sebuah pelanggaran dilakukan pemain Timnas U-22 terhadap Saeful Amar sehingga wasit memberikan hadiah penalti bagi Persibangga.
Akan tetapi, tendangan penalti yang dilakukan oleh Gunaryo gagal dieksekusi dengan baik.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup oleh wasit Sabar Murfianto, kedudukan tak berubah untuk keunggulan Timnas U-22.
Kompetisi Liga Indonesia Musim Depan Dikelola Pihak Asing
Rencana PSSI untuk menyatukan dua kompetisi di Indonesia tampaknya bukan isapan jempol belaka. Kabarnya PSSI meminta pihak ketiga untuk mengelola kompetisi yang lebih baik untuk musim depan.
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengatakan bahwa penunjukan pihak asing yang profesional dan bebas dari keberpihakan mungkin diperlukan untuk mengelola kompetisi yang lebih fair. Sebagaimana diketahui, ISL dan IPL dikelola oleh dua pihak yang berbeda, yaitu PT Liga Indonesia untuk ISL dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo untuk IPL.
"Usulan untuk menjaga independensi dan fairness bisa saja ditunjuk operator yang berisi pihak profesional dari konsultan asing yang berpengalaman," jelas Djohar Arifin.
Namun PSSI tak ingin memutuskan terlebih dahulu mengenai kepastian kompetisi musim depan. Pasalnya PSSI telah menyerahkan sepenuhnya semua hal terkait dualisme kepada keputusan Joint Committee.
"Pada prinsipnya apabila hal tersebut merupakan keputusan terbaik dariJoint Committee dan berdampak positif dan disetujui oleh Task Force AFC, kami akan mempertimbangkannya,” ujar Djohar Arifin Husin.
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengatakan bahwa penunjukan pihak asing yang profesional dan bebas dari keberpihakan mungkin diperlukan untuk mengelola kompetisi yang lebih fair. Sebagaimana diketahui, ISL dan IPL dikelola oleh dua pihak yang berbeda, yaitu PT Liga Indonesia untuk ISL dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo untuk IPL.
"Usulan untuk menjaga independensi dan fairness bisa saja ditunjuk operator yang berisi pihak profesional dari konsultan asing yang berpengalaman," jelas Djohar Arifin.
Namun PSSI tak ingin memutuskan terlebih dahulu mengenai kepastian kompetisi musim depan. Pasalnya PSSI telah menyerahkan sepenuhnya semua hal terkait dualisme kepada keputusan Joint Committee.
"Pada prinsipnya apabila hal tersebut merupakan keputusan terbaik dariJoint Committee dan berdampak positif dan disetujui oleh Task Force AFC, kami akan mempertimbangkannya,” ujar Djohar Arifin Husin.
Syamsir Alam Dipanggil Timnas U-22
Untuk merealisasikannya, Koordinator timnas, Bob Hippy mengungkapkan, PSSI harus menunggu kesepakatan dengan pihak-pihak terkait, seperti pemilik klub Vise, Nirwan Bakrie. Bob mengakui bahwa sejauh ini langkahnya lancar, bahkan kedua pihak akan segera bertemu dalam waktu dekat.
"Saya sudah janjian sama dia (Nirwan), dan mau ketemu juga dalam waktu dekat ini. Apalagi, Syamsir juga mengaku tertarik membela timnas. Jadi, kita tinggal tunggu saja bagaimana kesepakatan nanti," ungkap Bob kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Untuk memperkuat timnas ini pula, PSSI juga telah memanggil sejumlah pemain yang berkompetisi di Indonesian Super League (ISL). Pemanggilan juga menjadi ajang pembuktian langkah rekonsiliasi yang sudah menghasilkan nota kesepahaman antara PSSI dan KPSI beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Jadi semua pemain ISL sudah dipanggil, termasuk juga Syamsir Alam dan kawan-kawan untuk turnamen Piala Asia U-22 nanti," tegas Bob.
Sebelumnya, Syamsir sempat diminta masuk skuad timnas saat melakoni turnamen Al-Nakbah di Palestina beberapa waktu lalu. Akan tetapi, striker jebolan Sociedad Anonima tersebut batal membela skuad "Merah Putih". Klubnya tidak memberikan izin karena liga Divisi II Belanda masih bergulir. Saat ini, tercatat empat pemain Indonesia bermain di CS Vise, yakni Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony, Yandi Munawar, dan Yericho Christiantoko.
Sementara itu, Indonesia menjadi tuan rumah grup E dalam babak kualifikasi Piala Asia U-22 bersama sejumlah tim kuat Asia, seperti Australia, Singapura, Timor Leste, Makau, dan Jepang. Hanya juara dan runner-up masing-masing grup, satu peringkat terbaik, plus tuan rumah yang akan lolos ke putaran final.
PSSI Kirimkan Timnas U-14 ke Jepang
PSSI kembali akan memberangkatkan anak-anak muda bertalenta yang tergabung dalam Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-14 ke Jepang.
Rencananyak mereka akan berangkat Sabtu (16/6/2012) siang ini. Selama di Jepang, Timnas U-14 bakal menghadapi tim tim sepakbola dalam invitasi sepakbola internasional di Osaka. Tim dipimpin Imran, sebagai manager tim, dengan berkekuatan 18 pemain.
Dalam rilis yang dikeluarkan PSSI, berikut nama pemain Timnas U-14: Yusuf Wahyu Pradana, Philiple Michael Tapilaptu, Jujun Saepuloh, Duan Dito Syahbana, Andi Abdulazis Zulfikar, Gilang Ramadhani, Habel kevin Siegers Nasrulloh Nugraha, Muhammad Nur Arfah Ali, Jojok Kurniawan, Muhammad Sebastian Veron, Ricarhdo Waliwalang, Aldo Prasetyo, Handika Bhayangkara, Muhammad Ilham Usman, Muhammad Hilmi Daffa, Sanjen Prakash, Muhammad Nir Ikhsan, Gian Zola Nugraha.
Rencananyak mereka akan berangkat Sabtu (16/6/2012) siang ini. Selama di Jepang, Timnas U-14 bakal menghadapi tim tim sepakbola dalam invitasi sepakbola internasional di Osaka. Tim dipimpin Imran, sebagai manager tim, dengan berkekuatan 18 pemain.
Dalam rilis yang dikeluarkan PSSI, berikut nama pemain Timnas U-14: Yusuf Wahyu Pradana, Philiple Michael Tapilaptu, Jujun Saepuloh, Duan Dito Syahbana, Andi Abdulazis Zulfikar, Gilang Ramadhani, Habel kevin Siegers Nasrulloh Nugraha, Muhammad Nur Arfah Ali, Jojok Kurniawan, Muhammad Sebastian Veron, Ricarhdo Waliwalang, Aldo Prasetyo, Handika Bhayangkara, Muhammad Ilham Usman, Muhammad Hilmi Daffa, Sanjen Prakash, Muhammad Nir Ikhsan, Gian Zola Nugraha.
Syamsir Alam Bakal Perkuat Timnas di Piala Asia U-22
Pesepakbola asli Indonesia, kelahiran Balingka, Agam, Sumatera Barat, 6 Juli 1992, tengah diupayakan PSSI untuk diterjunkan dalam babak kualifikasi Piala Asia U-22 di Pekanbaru, Riau, 5 hingga 15 Juli mendatang.
"Sekarang, sudah tidak ada lagi pemain kompetisi Indonesian Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL). Semua pesepak bola boleh membela Timnas," ujar Koordinator Timnas, Bob Hippy padaBola.net.
"Ini merupakan langkah lanjutan dari MoU yang disepakati PSSI dan pihak PT Liga Indonesia dan diketahui Task Force AFC di Kuala Lumpur, 7-9 Juni yang lalu," tambah Bob.
"Apalagi, Timnas U-22 memang masih melakukan seleksi untuk menambah personil," lanjutnya.
Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI tersebut menambahkan, upaya merekrut Syamsir Alam menjadi skuad Timnas semakin membesar setelah mendapatkan lampu hijau dari Nirwan Bakrie, selaku pemilik klub RCS Vise.
Karena itu, Lebih jauh dikatakan Bob, pihaknya terus berupaya mendatangkan pemain yang pernah menimba ilmu di beberapa klub Belanda, seperti Heerenveen dan Vitesse Arnhem tersebut.
"Apalagi, Syamsir juga mengaku tertarik membela Timnas. Sehingga, bak gayung bersambut saja. Karena itu, kini tinggal menunggu kesepakatan antara pihak-pihak terkait saja," tuturnya.
Selain itu, Bob mengatakan jika sejumlah laga uji coba sudah disiapkan bagi Timnas U-22 yang kini berjumlah 30 orang. Namun, Bob mengakui, masih belum dapat memastikan tim mana saja yang akan dihadapi.
"Dipastikan, uji coba hanya dengan tim lokal yang berasal dari kompetisi ISL atau IPL saja," tandasnya.
Garuda Muda Tundukkan Gamba Osaka Junior
Tim nasional Indonesia U-12 yang dikirim ke Jepang untuk berlatih-tanding, akhirnya memetik hasil baik. Saat bentrok dengan salah satu tim junior klub kenamaan peserta J-League, Gamba Osaka, di J-Green Osaka, Jepang, Kamis (14/6), Garuda Muda berhasil meraih kemenangan dengan skor tipis 3-2.
Di dalam partai uji coba keduanya di Osaka, timnas U-12 sendiri bermain cukup baik. Seperti yang dilansir binasepakbola.com, dengan variasi serangan, baik lewat tusukan dari kedua sayap maupun penetrasi dari tengah lapangan, timnas muda bahkan sempat membuat pertahanan Gamba Osaka U-13 kewalahan dan kocar-kacir.
Puncaknya, timnas junior Indonesia bisa mencetak gol lebih dulu sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-2. Ketiga gol yang memenangkan Indonesia sendiri masing-masing diciptakan M. Daffa Imran, M. Raffi Izzudin dan M. Reza Dahlevi Imran.
Atas kemenangan ini, timnas U-12 pun akhirnya bisa membalaskan kekalahan 1-2 yang diterima dari tangan Cerezo Osaka U-13, Rabu kemarin. Sekaligus, membuat pecinta sepak bola Indonesia paling tidak bisa tersenyum bangga di tengah konflik yang belum juga usai di sepak bola Indonesia.
Selamat, Garuda Muda!
Di dalam partai uji coba keduanya di Osaka, timnas U-12 sendiri bermain cukup baik. Seperti yang dilansir binasepakbola.com, dengan variasi serangan, baik lewat tusukan dari kedua sayap maupun penetrasi dari tengah lapangan, timnas muda bahkan sempat membuat pertahanan Gamba Osaka U-13 kewalahan dan kocar-kacir.
Puncaknya, timnas junior Indonesia bisa mencetak gol lebih dulu sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-2. Ketiga gol yang memenangkan Indonesia sendiri masing-masing diciptakan M. Daffa Imran, M. Raffi Izzudin dan M. Reza Dahlevi Imran.
Atas kemenangan ini, timnas U-12 pun akhirnya bisa membalaskan kekalahan 1-2 yang diterima dari tangan Cerezo Osaka U-13, Rabu kemarin. Sekaligus, membuat pecinta sepak bola Indonesia paling tidak bisa tersenyum bangga di tengah konflik yang belum juga usai di sepak bola Indonesia.
Selamat, Garuda Muda!
Bina Atlet Usia Muda, PSSI Kontrak Pelatih Belanda
Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mendatangkan pelatih asing asal Belanda untuk lebih serius melakukan pembinaan sepak bola usia dini.
"Saat ini kita sudah kontrak pelatih-pelatih usia muda dari UEFA asal Belanda. Dan sekarang mereka sudah mulai bekerja," ujar Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, saat memberi sambutan dalam acara penentuan drawing 14 tim finalis AQUA Danone National Cup, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, (Kamis 14/6/2012).
Dihadapan 14 tim anak-anak 10-12 tahun yang akan bersaing dalam ajang tersebut, Djohar menuturkan betapa pentingnya pembinaan pemain usia muda untuk membentuk Tim Nasional Indonesia yang kuat.
"PSSI sangat memperhatikan pembinaan sepak bola usia dini, sehingga setiap kejuaraan yang melibatkan anak-anak di bawah usia 12 tahun mendapat kontribusi yang besar. Dengan adanya pembinaan usia dini di setiap daerah akan menghasilkan output terutama, munculnya pemain berkualitas yang kelak bisa masuk skuad timnas Indonesia," ujar Djohar.
Selain mengontrak pelatih asing, menurut Djohar PSSI juga telah membuat sebuah buku kurikulum pembinaan bermain sepak bola untuk anak usia muda yang ditulis oleh Timo Scheunemman.
"Untuk mendukung itu semua, kami siapkan bersama Coach Timo buku kurikulum lengkap.
Sehingga para pelatih yang tersebar di seluruh Indoneia, dari Aceh sampai Papua akan punya acuan. Dengan begitu akan banyak anak muda yang tercungkil bakatnya," tegas Djohar.
"Saya berharap 5-10 tahun ke depan makan akan ada pemain nasional kita bermain di Eropa dan bisa mengibarkan bendera merah putih lebih tinggi dari bendera negara lain," tandas Djohar.
Namun Djohar enggan menyebutkan nama-nama pelatih asing yang dikontrak tersebut.
"Saat ini kita sudah kontrak pelatih-pelatih usia muda dari UEFA asal Belanda. Dan sekarang mereka sudah mulai bekerja," ujar Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, saat memberi sambutan dalam acara penentuan drawing 14 tim finalis AQUA Danone National Cup, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, (Kamis 14/6/2012).
Dihadapan 14 tim anak-anak 10-12 tahun yang akan bersaing dalam ajang tersebut, Djohar menuturkan betapa pentingnya pembinaan pemain usia muda untuk membentuk Tim Nasional Indonesia yang kuat.
"PSSI sangat memperhatikan pembinaan sepak bola usia dini, sehingga setiap kejuaraan yang melibatkan anak-anak di bawah usia 12 tahun mendapat kontribusi yang besar. Dengan adanya pembinaan usia dini di setiap daerah akan menghasilkan output terutama, munculnya pemain berkualitas yang kelak bisa masuk skuad timnas Indonesia," ujar Djohar.
Selain mengontrak pelatih asing, menurut Djohar PSSI juga telah membuat sebuah buku kurikulum pembinaan bermain sepak bola untuk anak usia muda yang ditulis oleh Timo Scheunemman.
"Untuk mendukung itu semua, kami siapkan bersama Coach Timo buku kurikulum lengkap.
Sehingga para pelatih yang tersebar di seluruh Indoneia, dari Aceh sampai Papua akan punya acuan. Dengan begitu akan banyak anak muda yang tercungkil bakatnya," tegas Djohar.
"Saya berharap 5-10 tahun ke depan makan akan ada pemain nasional kita bermain di Eropa dan bisa mengibarkan bendera merah putih lebih tinggi dari bendera negara lain," tandas Djohar.
Namun Djohar enggan menyebutkan nama-nama pelatih asing yang dikontrak tersebut.
PSSI Jalin Kerja Sama Dengan Klub Brasil
PSSI siap untuk menjalin kerja sama dengan klub Brasil Cruzeiro, dalam hal pembinaan usia muda. Hal ini dipaparkan Koordinator Tim Nasional Indonesia sekaligus Ketua bidang Pembinaan Usia Muda PSSI, Bob Hippy dalam jumpa pers di Kantor PSSI Senayan Jakarta hari ini (Kamis 14 Juni 2012).
Ketertarikan klub-klub di dunia untuk melakukan kerja sama dengan Indonesia dalam melakukan pembinaan usia muda, terus berlanjut. Setelah Boca Junior, kini Indonesia kembali kedatangan klub luar negeri yakni peserta Campeonato Brasileiro Série A, Cruzeiro.
Namun berbeda dengan klub seperti Boca Junior, Arsenal, Real Madrid, ataupun Liverpool, Cruizero melakukan pembinaan tanpa membuka sekolah sepak bola.
Setelah melakukan hal tersebut, Bob menambahkan bahwa Cruzeiro akan membawa pemain tersebut ke Brasil. Di sana para pemain berbakat yang terpilih akan kembali dilatih.
Saat disinggung mengenai niat Cruziero, Head Coach Cruizeiro Official Representatif Asia, Jaino Matos mengungkapkan alasan pihaknya datang ke Indonesia.
Ketertarikan klub-klub di dunia untuk melakukan kerja sama dengan Indonesia dalam melakukan pembinaan usia muda, terus berlanjut. Setelah Boca Junior, kini Indonesia kembali kedatangan klub luar negeri yakni peserta Campeonato Brasileiro Série A, Cruzeiro.
Namun berbeda dengan klub seperti Boca Junior, Arsenal, Real Madrid, ataupun Liverpool, Cruizero melakukan pembinaan tanpa membuka sekolah sepak bola.
Setelah melakukan hal tersebut, Bob menambahkan bahwa Cruzeiro akan membawa pemain tersebut ke Brasil. Di sana para pemain berbakat yang terpilih akan kembali dilatih.
Saat disinggung mengenai niat Cruziero, Head Coach Cruizeiro Official Representatif Asia, Jaino Matos mengungkapkan alasan pihaknya datang ke Indonesia.
Mou : Sepakbola Indonesia Maju 6 Tahun Lagi
Pelatih paling dibicarakan di jagat sepakbola saat ini, Jose Mourinho mengunjungi Jakarta sejak Rabu sore, 13 Juni 2012. Dalam kunjungan singkatnya ini, Mourinho mengungkapkan beberapa target, rahasia kesuksesan dan pandangannya tentang sepakbola dunia.
The Special One dari Portugal itu termasuk figur prominen di Indonesia. Tak aneh jika banyak yang menantikan pelatih Real Madrid ini ketika hadir di Jakarta. Berpuluh-puluh fans menunggunya di lobi Hotel Borobudur. Demikian pula para wartawan.
Mourinho sempat menggelar acara Meet and Greet bersama media. Dalam acara kurang dari 30 menit itu, Mou yang dikenal garang justru ramah dan sesekali bercanda dengan wartawan. Berbaju lengan panjang warna abu-abu tak dikancingkan di bagian atasnya serta lengan dilipat dan bercelana jins biru serta bersepatu kets hitam, Mourinho terlihat santai. Yang jelas pesona The Special One tak bisa dihilangkan.
The Special One dari Portugal itu termasuk figur prominen di Indonesia. Tak aneh jika banyak yang menantikan pelatih Real Madrid ini ketika hadir di Jakarta. Berpuluh-puluh fans menunggunya di lobi Hotel Borobudur. Demikian pula para wartawan.
Mourinho sempat menggelar acara Meet and Greet bersama media. Dalam acara kurang dari 30 menit itu, Mou yang dikenal garang justru ramah dan sesekali bercanda dengan wartawan. Berbaju lengan panjang warna abu-abu tak dikancingkan di bagian atasnya serta lengan dilipat dan bercelana jins biru serta bersepatu kets hitam, Mourinho terlihat santai. Yang jelas pesona The Special One tak bisa dihilangkan.
"Sepertinya bukan saya berada di tempat dan waktu yang tepat. Tapi, klub-klub lah yang dengan tepat memilih saya menjadi pelatihnya," ujar
Mourinho tentang kesuksesannya menaklukkan tiga liga besar Eropa bersama Chelsea (Inggris), Internazionale Milan (Italia) dan Real Madrid
(Spanyol). Sontak, ucapan Mourinho ini disambut tawa gemuruh wartawan di ruangan.
Pria 49 tahun asal Portugal ini datang ke Indonesia atas undangan Peter Lim. Miliuner asal Singapura ini mengelola Singapore Olympic Foundation yakni Peter Lim Sports Scholarship yang bertujuan mengembangkan dan memajukan olahraga di kalangan generasi muda.
Berikut petikan wawancara dengan Mourinho yang juga telah dua kali menjadi juara Liga Champions bersama FC Porto (2004) dan Inter Milan (2010) ini:
Bagaimanakah menurut Anda tentang yayasan yang mengundang Anda berpartisipasi di dalamnya yakni yang bergerak di bidang amal dan kemanusiaan?
Yayasan seperti ini sangat luar biasa. Apalagi, yayasan ini memberikan beasiswa pendidikan dan olahraga kepada kaum muda. Saya juga suka anak-anak dan orangtua. Anak-anak harus kita sayangi dan kasihi. Sedangkan orangtua merupakan figur yang harus kita beri respek.
Menurut Anda bagaimana kualitas para pemain Asia saat ini di pentas sepakbola dunia?
Beberapa pemain dari Jepang misalnya, punya potensi bagus karena mereka suka bekerja keras. Sepakbola Eropa akan memberikan tempat bagi bakat-bakat Asia. Apalagi, sepakbola Asia terus berkembang dalam 10-15 tahun terakhir.
Bagaimanakah cara membangun sepakbola Indonesia yang sedang dalam kondisi tak menentu seperti ini?
Saya telah bicara dengan FIFA, juga UEFA lewat presidennya Michel Platini. Kompetisi terbesar memang berada di Eropa yakni Liga Spanyol, Inggris, Italia dan juga Liga Champions. Tapi, sepakbola bukan milik golongan tertentu saja. Saya siap berbagi pengalaman dengan siapa saja.
Saya berharap suatu saat nanti bisa membawa tim saya Real Madrid ke sini. Dengan organisasi sepakbola dan hasrat kuat, saya harap sepakbola Indonesia akan semakin maju dan bersaing dalam 6 atau 10 tahun ke depan.
Anda sangat sukses dan sepertinya selalu berada di saat dan waktu yang tepat. Bagaimana komentar Anda?
Sepertinya bukan saya berada di tempat dan waktu yang tepat. Tapi, klub-klub lah yang dengan tepat memilih saya menjadi pelatihnya. Keputusan saya untuk memilih total berkarir di sepakbola terbukti tepat.
Saya punya anak berusia 15 dan 12 tahun, dan saya meminta mereka untuk menikmati saat-saat dimana saya harus membawa mereka berpindah-pindah negara. Istri saya menjadi salah satu pendukung kesuksesan selama ini. Karena ia bukan hanya berfungsi sebagai ibu bagi anak-anak saya, tapi juga sebagai ayah.
Maklum, saya harus berpindah-pindah negara. Dari Portugal saya pergi ke Inggris melatih Chelsea. Di Italia menangani Inter Milan dan sekarang di Spanyol.
Saya harus melakukan itu karena sebagai profesional, saya ingin membuktikan konsep sepakbola yang saya miliki bisa beradaptasi dengan budaya sepakbola seperti di Inggris, Italia dan Spanyol.
Saya berpikir akan bisa melakukannya dalam 10-15 tahun lagi. Meski agen saya bilang saya mampu melakukannya dalam 20-15 tahun lagi. Hal terpenting adalah saya harus bisa menikmati hidup, karena saya sangat menikmati karir saya.
Bagaimanakah cara Anda mengatasi sikap para pemain yang egois?
Mourinho tentang kesuksesannya menaklukkan tiga liga besar Eropa bersama Chelsea (Inggris), Internazionale Milan (Italia) dan Real Madrid
(Spanyol). Sontak, ucapan Mourinho ini disambut tawa gemuruh wartawan di ruangan.
Pria 49 tahun asal Portugal ini datang ke Indonesia atas undangan Peter Lim. Miliuner asal Singapura ini mengelola Singapore Olympic Foundation yakni Peter Lim Sports Scholarship yang bertujuan mengembangkan dan memajukan olahraga di kalangan generasi muda.
Berikut petikan wawancara dengan Mourinho yang juga telah dua kali menjadi juara Liga Champions bersama FC Porto (2004) dan Inter Milan (2010) ini:
Bagaimanakah menurut Anda tentang yayasan yang mengundang Anda berpartisipasi di dalamnya yakni yang bergerak di bidang amal dan kemanusiaan?
Yayasan seperti ini sangat luar biasa. Apalagi, yayasan ini memberikan beasiswa pendidikan dan olahraga kepada kaum muda. Saya juga suka anak-anak dan orangtua. Anak-anak harus kita sayangi dan kasihi. Sedangkan orangtua merupakan figur yang harus kita beri respek.
Menurut Anda bagaimana kualitas para pemain Asia saat ini di pentas sepakbola dunia?
Beberapa pemain dari Jepang misalnya, punya potensi bagus karena mereka suka bekerja keras. Sepakbola Eropa akan memberikan tempat bagi bakat-bakat Asia. Apalagi, sepakbola Asia terus berkembang dalam 10-15 tahun terakhir.
Bagaimanakah cara membangun sepakbola Indonesia yang sedang dalam kondisi tak menentu seperti ini?
Saya telah bicara dengan FIFA, juga UEFA lewat presidennya Michel Platini. Kompetisi terbesar memang berada di Eropa yakni Liga Spanyol, Inggris, Italia dan juga Liga Champions. Tapi, sepakbola bukan milik golongan tertentu saja. Saya siap berbagi pengalaman dengan siapa saja.
Saya berharap suatu saat nanti bisa membawa tim saya Real Madrid ke sini. Dengan organisasi sepakbola dan hasrat kuat, saya harap sepakbola Indonesia akan semakin maju dan bersaing dalam 6 atau 10 tahun ke depan.
Anda sangat sukses dan sepertinya selalu berada di saat dan waktu yang tepat. Bagaimana komentar Anda?
Sepertinya bukan saya berada di tempat dan waktu yang tepat. Tapi, klub-klub lah yang dengan tepat memilih saya menjadi pelatihnya. Keputusan saya untuk memilih total berkarir di sepakbola terbukti tepat.
Saya punya anak berusia 15 dan 12 tahun, dan saya meminta mereka untuk menikmati saat-saat dimana saya harus membawa mereka berpindah-pindah negara. Istri saya menjadi salah satu pendukung kesuksesan selama ini. Karena ia bukan hanya berfungsi sebagai ibu bagi anak-anak saya, tapi juga sebagai ayah.
Maklum, saya harus berpindah-pindah negara. Dari Portugal saya pergi ke Inggris melatih Chelsea. Di Italia menangani Inter Milan dan sekarang di Spanyol.
Saya harus melakukan itu karena sebagai profesional, saya ingin membuktikan konsep sepakbola yang saya miliki bisa beradaptasi dengan budaya sepakbola seperti di Inggris, Italia dan Spanyol.
Saya berpikir akan bisa melakukannya dalam 10-15 tahun lagi. Meski agen saya bilang saya mampu melakukannya dalam 20-15 tahun lagi. Hal terpenting adalah saya harus bisa menikmati hidup, karena saya sangat menikmati karir saya.
Bagaimanakah cara Anda mengatasi sikap para pemain yang egois?
Maksud Anda, bagaimana pemain beradaptasi dengan saya sebagai pelatih yang egois? (Pertanyaan balik Mourinho ini disambut tawa wartawan).
Saat melatih sebuah klub, Anda akan seperti hidup dalam sebuah keluarga. Pasti akan ada masalah di dalamnya.
Seperti Anda, pasti pernah memiliki masalah dengan teman, saudara laki-laki maupun perempuan, juga istri Anda. Tapi, jika semuanya saling
mencintai, semua masalah bisa diselesaikan.
Pemain juga manusia yang tidak sempurna, saya juga tidak sempurna. Mereka tahu kualitas saya, dan saya juga tahu kualitas para pemain.
Dengan selalu tersenyum dan membuat mereka bahagia, Anda akan menjaga hubungan baik itu.
Saya juga selalu menanamkan kepada para pemain. Pemain bukan hanya sebuah profesi, lebih dari sekedar profesi. Jadi, pemain harus punya
passion. Karena banyak orang di dunia ini bekerja tanpa passion. Kami selalu berteman, bahkan kami kadang terlihat seperti kakak adik.
Saya bisa bilang, bukan hanya 90 persen, tapi 99 persen saya masih punya hubungan baik dengan mantan pemain asuhan saya.
Sebenarnya, apakah target utama dalam karir Anda?
Saat melatih sebuah klub, Anda akan seperti hidup dalam sebuah keluarga. Pasti akan ada masalah di dalamnya.
Seperti Anda, pasti pernah memiliki masalah dengan teman, saudara laki-laki maupun perempuan, juga istri Anda. Tapi, jika semuanya saling
mencintai, semua masalah bisa diselesaikan.
Pemain juga manusia yang tidak sempurna, saya juga tidak sempurna. Mereka tahu kualitas saya, dan saya juga tahu kualitas para pemain.
Dengan selalu tersenyum dan membuat mereka bahagia, Anda akan menjaga hubungan baik itu.
Saya juga selalu menanamkan kepada para pemain. Pemain bukan hanya sebuah profesi, lebih dari sekedar profesi. Jadi, pemain harus punya
passion. Karena banyak orang di dunia ini bekerja tanpa passion. Kami selalu berteman, bahkan kami kadang terlihat seperti kakak adik.
Saya bisa bilang, bukan hanya 90 persen, tapi 99 persen saya masih punya hubungan baik dengan mantan pemain asuhan saya.
Sebenarnya, apakah target utama dalam karir Anda?
Setidaknya ada tiga target besar yang ingin saya raih dalam karir saya. Yang pertama, saya ingin menjadi juara di tiga liga besar Eropa. Dan itu sudah saya lakukan bersama Chelsea di Inggris, Inter Milan di Italia dan kini di Spanyol bersama Real Madrid. Menjadi juara Liga Portugal bersama FC Porto menjadi tambahan catatan karir saya.
Saya juga ingin menjadi juara Liga Champions bersama tiga klub berbeda. Kini, saya telah mengembalikan Real Madrid menjadi juara Liga Spanyol. Jadi, mungkin target saya musim depan adalah menjadi juara Liga Champions bersama Madrid.
Target terakhir saya yakni ingin meraih gelar bersama tim nasional Portugal. Meski saya sebenarnya punya masalah jika melatih tim nasional. Melatih timnas takkan punya banyak waktu mempersiapkan tim. Karena pemain praktis hanya berkumpul selama 2 bulan saat menghadapi turnamen 2 tahun sekali.
Tapi, saya sangat suka jika harus melatih tim nasional. Meski saya sebenarnya suka mempersiapkan pemain setiap pekan dan menjalani pertandingan dari pekan ke pekan.
Anda suka berpindah-pindah melatih klub. Apakah ada keinginan untuk menetap di satu klub suatu saat nanti seperti Sir Alex Ferguson di Manchester United?
Saya juga ingin menjadi juara Liga Champions bersama tiga klub berbeda. Kini, saya telah mengembalikan Real Madrid menjadi juara Liga Spanyol. Jadi, mungkin target saya musim depan adalah menjadi juara Liga Champions bersama Madrid.
Target terakhir saya yakni ingin meraih gelar bersama tim nasional Portugal. Meski saya sebenarnya punya masalah jika melatih tim nasional. Melatih timnas takkan punya banyak waktu mempersiapkan tim. Karena pemain praktis hanya berkumpul selama 2 bulan saat menghadapi turnamen 2 tahun sekali.
Tapi, saya sangat suka jika harus melatih tim nasional. Meski saya sebenarnya suka mempersiapkan pemain setiap pekan dan menjalani pertandingan dari pekan ke pekan.
Anda suka berpindah-pindah melatih klub. Apakah ada keinginan untuk menetap di satu klub suatu saat nanti seperti Sir Alex Ferguson di Manchester United?
Mungkin suatu saat nanti saya ingin kembali ke Inggris. Alasan utamanya hanya soal budaya. Saya telah bekerja di Inggris, Italia dan Spanyol. Dan Inggris membuat saya bisa bekerja lebih tenang, beda dengan Italia dan Spanyol. Perbedaan mentalitas orang-orang dan media membuat saya agak kesulitan di Italia, dan juga Spanyol.
Ferguson seperti sudah memiliki MU. Sebaliknya, MU dan fansnya juga memiliki Ferguson, mereka saling memiliki. Tak ada yang bisa melihat MU tanpa Ferguson.
Sejak 2 tahun lalu saya bekerja di Real Madrid. Saya telah memperpanjang kontrak dengan Madrid sampai 2016. Real adalah klub terbesar di dunia. Musim ini, saya mampu mempersembahkan gelar juara Liga (Spanyol). Setelah ini, target saya harus mengembalikan Madrid sebagai klub terbaik dan terbesar di dunia.
Ferguson seperti sudah memiliki MU. Sebaliknya, MU dan fansnya juga memiliki Ferguson, mereka saling memiliki. Tak ada yang bisa melihat MU tanpa Ferguson.
Sejak 2 tahun lalu saya bekerja di Real Madrid. Saya telah memperpanjang kontrak dengan Madrid sampai 2016. Real adalah klub terbesar di dunia. Musim ini, saya mampu mempersembahkan gelar juara Liga (Spanyol). Setelah ini, target saya harus mengembalikan Madrid sebagai klub terbaik dan terbesar di dunia.
Evan Dimas Wakili Indonesia Bertemu Guardiola
Evan akan berangkat ke Spanyol setelah menjadi salah satu pemenang program Nike The Chance kawasan Asia Tenggara. Evan bukan hanya akan bertemu Guardiola, tapi juga mendapatkan pelatihan. ABG 17 tahun ini menyisihkan pesaingnya dari empat negara ASEAN di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa malam.
"Saya tak menyangka bisa terpilih di acara ini," kata Evan. "Sebelum berangkat ke Barcelona, saya harus menambah latihan sendiri agar bisa bersaing di sana."
Evan merupakan kapten tim nasional Indonesia U-17 saat menjadi juara pada invitasi di Hong Kong, Februari lalu. Ia kemungkinan besar juga akan menjadi andalan tim sepakbola PON Jawa Timur. Sehari-hari, Evan berlatih di SSB Mitra Surabaya.
Nike The Chance 2012 diikuti 20 peserta dari empat negara ASEAN: Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Tiap negara mengirim wakil yang berusia 16-24 tahun.
"Evan punya visi dan fisik yang bagus sehingga ia terus bergerak di lapangan. Itu salah satu kelebihan yang membuat dia terpilih," kata Widodo Cahyono Putro, pelatih timnas nasional Indonesia U-22 yang menjadi salah satu pelatih The Chance.
Selain Evan, Indonesia sebenarnya mengirimkan empat wakil lainnya yakni Randy Chandra, Rainhard Romario, Eriyanto dan Apriyono. Tapi, hanya Evan yang terpilih bersama Rachmat Che Hashim (Malaysia), Muhammad Faris Bin Ramli (Singapura) dan Napapon Spripratheep (Thailand).
Sebelum berjuang menyisihkan para pesaingnya, mereka dibekali latihan menjadi pemain profesional dalam program Nike ETL 2.0, dan diakhiri pertandingan. Mereka juga digembleng oleh para pelatih ternama di ASEAN. Selain Widodo para pelatih ini yakni Nophol Pibuvech dari Thailand, Ong Kim Swe (Malaysia) dan V Sundaramoty (Singapura), Simon McMenemy (Inggris) dan Yeyen Tumena (Indonesia).
Mourinho Kunjungi Indonesia
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho berkunjung ke Indonesia, Rabu (13/6). Ia akan menginap di Hotel Borobudur.
Kehadiran pelatih yang sukses merebut trofi liga bergengsi Eropa itu di tanah air memang tak banyak yang tahu. Pasalnya, kedatangannya tidak diagendakan khusus.
Kunjungan pelatih asal Portugal tersebut hanya untuk urusan personal. Dalam laporan Goal Rabu (13/6), Mourinho mendapat undangan dari pengusaha Singapura, Peter Lim. Setelah dari Singapura, Mou -panggilan akrab Jose Mourinho- menyempatkan berkunjung ke Indonesia.
Mourinho akan menghadiri acara meet and greet di Hotel Borobudur yang berlangsung singkat yaitu sekitar setengah jam. Acara tersebut akan dihadiri oleh beberapa anak SSB dan media dan acara tersebut juga mendapatkan pengamanan yang sangat ketat.
Kehadiran pelatih yang sukses merebut trofi liga bergengsi Eropa itu di tanah air memang tak banyak yang tahu. Pasalnya, kedatangannya tidak diagendakan khusus.
Kunjungan pelatih asal Portugal tersebut hanya untuk urusan personal. Dalam laporan Goal Rabu (13/6), Mourinho mendapat undangan dari pengusaha Singapura, Peter Lim. Setelah dari Singapura, Mou -panggilan akrab Jose Mourinho- menyempatkan berkunjung ke Indonesia.
Mourinho akan menghadiri acara meet and greet di Hotel Borobudur yang berlangsung singkat yaitu sekitar setengah jam. Acara tersebut akan dihadiri oleh beberapa anak SSB dan media dan acara tersebut juga mendapatkan pengamanan yang sangat ketat.
Situs Resmi FIFA Angkat Cerita Bambang Pamungkas
Panggilan akrabnya 'Bepe'. Di akun jejaring sosial Twitter, "pengikut"-nya hampir tiga juta orang. Dalam 83 penampilannya untuk tim nasional Indonesia, ia berhasil mencetak 37 gol. Bepe kecil bercita-cita menjadi guru, bukan pesepakbola seperti sekarang.
Tetapi, nasib adalah kesunyian masing-masing. Lewat sepakbola, ia menjadi mercusuar inspirasi bagi banyak pemuda di negeri yang memiliki 1.128 suku ini. Dia adalah: Bambang Pamungkas.
Berikut adalah petikan wawancaranya dengan FIFA:
"Awalnya tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk menjadi pemain sepak bola. Mimpi saya adalah menjadi guru."
"Pada ulang tahun saya yang kedelapan ayah memberi saya sepasang sepatu bola, sejak itu saya ingin menjadi pesepakbola."
Kurniawan Dwi Julianto dan Paul Gascoine adalah dua pesepakbola yang menjadi inspirasi bagi Bepe. "Saya bermain sebagai gelandang serang ketika di awal karir dan menurut saya Paul Gascoigne adalah seorang jenius di era itu," ia berpendapat.
Dan untuk Kurniawan DJ, ia berkata, "Hampir semua remaja menganggapnya sebagai idola, termasuk saya. Pada tahun 2000, kami bermain bersama di timnas dan itu mimpi yang menjadi kenyataan."
Karirnya di Liga Indonesia diawali saat dia bergabung dengan Persija Jakarta pada tahun 1999. Musim pertamanya sensasional: ia mencetak 24 gol dalam 30 pertandingan yang membuatnya menjadi topskor liga musim itu. Selain memiliki motivasi tinggi saat itu, Bepe juga bicara perihal teknik.
"Saat itu saya sangat termotivasi untuk membuktikan bahwa saya pantas untuk bersaing dengan semua striker top di Indonesia," katanya. "Di sisi lain, mungkin pemain bertahan saat itu tidak terbiasa dengan gaya bermain saya, jadi mungkin agak sulit untuk bermain melawan saya."
Kemampuan Bepe mencetak gol menarik minat klub asing. Ia lantas menjalani pelatihan bersama dua klub Jerman, Borussia Monchengladbach dan Cologne. Setelah itu klub divisi Belanda ketiga EHD Norad menawarinya kontrak bermain. Bepe setuju. Meski bermain hanya dalam jangka pendek, Bepe mengaku senang dengan pengalaman tersebut.
"Salah satu momen paling penting dalam karir saya adalah ketika saya di Belanda," ujarnya. "Saya belajar banyak tentang bagaimana hidup sebagai pemain sepakbola profesional. Sayangnya, cuaca dingin membuat saya agak sulit untuk beradaptasi. Tapi, karakter saya banyak terbentuk selama di sana."
Ia kembali ke Indonesia dan memenangkan gelar liga dengan Persija Jakarta. Pada tahun 2005, Bepe mendapat tawaran untuk bergabung Selangor FC, salah satu klub papan atas di Liga Malaysia.
Musim pertama, musim luar biasa: Bepe berhasil mencetak 41 gol dalam 43 pertandingan, memenangitreble domestik, tidak pernah megalami cedera, dan tidak mendapat satu pun kartu kuning.
Tahun 2007 ia kembali ke Persija. Tawaran dari klub asing kembali datang kepadanya. Adalah Wellington Phoenix, salah satu klub Selandia Baru yang hendak memakai jasanya pada tahun 2010. Tetapi Bepe menampik pergi.
"Sekali lagi, cuaca dingin di Selandia Baru membuat saya berpikir dua kali, karena akan sulit bagi saya dan keluarga saya tinggal di sana. Mungkin masih akan ada kemungkinan bagi saya untuk bermain di Asia Tenggara."
Debut internasional pemain kelahiran Semarang, 10 Juni 1980 ini dimulai saat usianya masih 18 tahun. Kala itu, lawan yang dihadapinya adalah Lithuania. Ia mengaku, dalam usia semuda itu, tekanan terasa jauh lebih berat.
"Tekanan tersebut sangat berat. Jika saya tak mampu mengontrol diri, bisa jadi saya menjadi besar kepala dan lupa bahwa perjalanan masih sangat panjang."
Untuk urusan gol dan penampilan di tim nasional, Bepe adalah yang terbaik. Tetapi ia mengerti, rekor pribadi tak berarti tanpa trofi. Untuk itu, ia menegaskan bahwa hanya akan pensiun jika telah mendapatkan piala dengan timnas Indonesia.
"Segala rekor saya tak ada artinya jika saya tak meraih trofi," katanya. "Sebuah trofi penting bagi Indonesia dan akan menjadi akhir yang manis sebelum saya pensiun. "
Ketika ditanya apa yang akan dilakukannya sepuluh tahun mendatang, Bepe masih belum memikirkannya, "Mungkin aku akan menjadi pelatih, atau mungkin cukup menghabiskan diri di kamar dengan laptop dan segelas kopi sebagai penulis. Atau menjadi koki! Jamie Oliver adalah koki favorit saya. Gaya memasaknya ekspresif dan inovatif. "
Belum lama ini Bepe berulang tahun ke-32. Dengan usia yang tak lagi muda, Bepe menitip pesan untuk Indonesia yang dicintainya ini:
"Suatu hari bisa jadi kalian semua menggantikan saya, jadi persiapkan diri sebaik mungkin. Jangan pernah berhenti bermimpi."
Liga Indonesia Kembali Bersatu
Aosiasi Sepak Bola Asia (AFC) menjadi penengah perjanjian di antara kelompok-kelompok olah raga yang bersaing di Indonesia, Jumat, satu pekan sebelum FIFA memberlakukan tenggat waktu untuk menghentikan perseteruan tersebut.
Drama terbaru dalam sepak bola Indonesia yang dimulai pada Desember ketika pengurus lama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar kompetisi liga yang diikuti klub-klub papan atas yang memisahkan diri dari PSSI.
FIFA telah memberikan batas waktu sampai 15 Juni untuk menyatukan klub di bawah satu kepengurusan atau mendapat sanksi dari badan sepak bola tertinggi di dunia tersebut.
Drama terbaru dalam sepak bola Indonesia yang dimulai pada Desember ketika pengurus lama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar kompetisi liga yang diikuti klub-klub papan atas yang memisahkan diri dari PSSI.
FIFA telah memberikan batas waktu sampai 15 Juni untuk menyatukan klub di bawah satu kepengurusan atau mendapat sanksi dari badan sepak bola tertinggi di dunia tersebut.
AFC mengatakan bahwa MoU ditandatangani pada Kamis di Kuala Lumpur.
"Ini adalah awal dari sebuah babak baru dalam sepak bola Indonesia dan kesempatan untuk mengesampingkan perbedaan pribadi dan politik demi kepentingan sepak bola," kata wakil presiden AFC HRH Pangeran Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah.
Berdasarkan perjanjian tersebut, komite yang dibentuk PSSI akan merancang liga papan atas baru dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) tidak akan diakui sebagai pengurus. Namun, empat anggota KPSI akan kembali bergabung dengan PSSI.
Perjanjian ini memungkinkan Liga Super, pesaing kompetisi resmi Liga Prima, bisa melanjutkan kompetisi, tetapi di bawah kepengurusan PSSI.
"Kami yakin bahwa MoU memenuhi persyaratan FIFA saat semua kegiatan sepak bola akan berada di bawah kepengurusan PSSI," kata Shah.
Sayangnya krisis mungkin jauh dari selesai, pasalnya di Jakarta, pejabat PSSI mengadakan pertemuan darurat pada Jumat untuk membahas tindak lanjut dari perjanjian itu.
Mereka mengatakan bahwa perwakilan mereka menandatangani MoU tetapi mereka sendiri tidak pernah setuju perjanjian itu secara penuh.
"Tentu saja, kami senang bahwa Liga Super akan kembali di bawah PSSI, tapi kami tidak pernah setuju untuk anggota KPSI dikembalikan ke asosiasi kami," kata pengurus resmi PSSI Rudolf Yesayas kepada AFP.
"Pada pertemuan itu ada banyak pejabat di sini, dan saya dapat bercerita banyak dari kita yang sangat, sangat tidak senang."
PSSI telah berada dalam sorotan AFC dan FIFA dalam beberapa tahun terakhir atas tuduhan korupsi, buruknya kepemimpinan, dan keamanan yang buruk dalam pertandingan yang telah membuat suporter tewas atau terluka parah dalam perkelahian.
Sebelumya FIFA mengancam memberikan sanksi kepada Indonesia, termasuk menendang tim nasional dari kompetisi internasional.
"Ini adalah awal dari sebuah babak baru dalam sepak bola Indonesia dan kesempatan untuk mengesampingkan perbedaan pribadi dan politik demi kepentingan sepak bola," kata wakil presiden AFC HRH Pangeran Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah.
Berdasarkan perjanjian tersebut, komite yang dibentuk PSSI akan merancang liga papan atas baru dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) tidak akan diakui sebagai pengurus. Namun, empat anggota KPSI akan kembali bergabung dengan PSSI.
Perjanjian ini memungkinkan Liga Super, pesaing kompetisi resmi Liga Prima, bisa melanjutkan kompetisi, tetapi di bawah kepengurusan PSSI.
"Kami yakin bahwa MoU memenuhi persyaratan FIFA saat semua kegiatan sepak bola akan berada di bawah kepengurusan PSSI," kata Shah.
Sayangnya krisis mungkin jauh dari selesai, pasalnya di Jakarta, pejabat PSSI mengadakan pertemuan darurat pada Jumat untuk membahas tindak lanjut dari perjanjian itu.
Mereka mengatakan bahwa perwakilan mereka menandatangani MoU tetapi mereka sendiri tidak pernah setuju perjanjian itu secara penuh.
"Tentu saja, kami senang bahwa Liga Super akan kembali di bawah PSSI, tapi kami tidak pernah setuju untuk anggota KPSI dikembalikan ke asosiasi kami," kata pengurus resmi PSSI Rudolf Yesayas kepada AFP.
"Pada pertemuan itu ada banyak pejabat di sini, dan saya dapat bercerita banyak dari kita yang sangat, sangat tidak senang."
PSSI telah berada dalam sorotan AFC dan FIFA dalam beberapa tahun terakhir atas tuduhan korupsi, buruknya kepemimpinan, dan keamanan yang buruk dalam pertandingan yang telah membuat suporter tewas atau terluka parah dalam perkelahian.
Sebelumya FIFA mengancam memberikan sanksi kepada Indonesia, termasuk menendang tim nasional dari kompetisi internasional.
8 Siswa Liga Pendidikan Indonesia Dikirim ke Madrid
Delapan pelajar terbaik hasil penjaringan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) dari ribuan sekolah di Indonesia akan dikirim ke Spanyol untuk berlatih sepak bola dan menempuh pendidikan akademis di negeri yang dikenal memiliki klub-klub terbaik di dunia.
"Mereka adalah yang terbaik dari aspek akademis maupun teknis permainan sepak bola. Kami harapkan mereka dapat menjadi atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama bangsa," kata Direktur Utama LPI Thoho Cholik Muthohir setelah berpamitan kepada Ketua DPR Marzuki Alie bersama rombongannya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/6).
Delapan siswa tersebut adalah M Dimas Drajat (Gresik), Dwi Candra dan Thomas Kristianda (Semarang), Ronaldo Rorumbula (DIY), Charlie Karonika (Riau), Aldo Cladeo (DKI Jakarta), Muhammad Ilham Fahrisi (Tangerang), dan TM Ichsan dari Aceh.
Mereka sudah melakukan persiapan dan dibina di Semarang selama enam bulan sebelum diberangkatkan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kedubes Spanyol di Indonesia dan Departemen Pendidikan di Spanyol untuk menempatkan mereka di sekolah-sekolah yang ada di kota Madrid. Mereka akan bersekolah sambil ikut di tim sepak bola Moratalas FC yang berafiliasi atau menjadi basis klub Real Madrid," katanya.
Manajer Proyek LPI Edhy Prasetyo mengatakan dukungan Marzuki Alie adalah bertujuan untuk turut mengangkat pemain nasional menjadi pesepakbola dunia. Gagasan ini, menurutnya, tinggal selangkah lagi sampai bangsa ini berhasil menelurkan pemain kelas dunia.
"Ini kegiatan publik untuk mendorong kelas olahraga di setiap sekolah. Kini LPI menjadi barang rebutan, kami harapkan bisa mencapai cita-cita untuk mendapatkan pemaing-pemain sepakbola dunia," ujarnya.
Menurut dia, LPI adalah liga terbesar di dunia karena dilaksanakan di 296 kabupaten kota yang pada tahun 2010 melibatkan 1948 sekolah dan pada 2011 melibatkan 5.484 sekolah.
"Ke depan targetnya 10 ribu sekolah kita libatkan. Mereka kami saring melalui pemantauan langsung dan rekaman. Awalnya ada 132 anak yang rencananya dikumpulkan, namun kami hanya bisa mendapatkan 99 anak yang kemudian dilatih selama lima minggu. Setelah itu pelatih pun menyusun peringkat mereka dan didapatkan delapan orang ini," katanya.
"Mereka adalah yang terbaik dari aspek akademis maupun teknis permainan sepak bola. Kami harapkan mereka dapat menjadi atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama bangsa," kata Direktur Utama LPI Thoho Cholik Muthohir setelah berpamitan kepada Ketua DPR Marzuki Alie bersama rombongannya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/6).
Delapan siswa tersebut adalah M Dimas Drajat (Gresik), Dwi Candra dan Thomas Kristianda (Semarang), Ronaldo Rorumbula (DIY), Charlie Karonika (Riau), Aldo Cladeo (DKI Jakarta), Muhammad Ilham Fahrisi (Tangerang), dan TM Ichsan dari Aceh.
Mereka sudah melakukan persiapan dan dibina di Semarang selama enam bulan sebelum diberangkatkan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kedubes Spanyol di Indonesia dan Departemen Pendidikan di Spanyol untuk menempatkan mereka di sekolah-sekolah yang ada di kota Madrid. Mereka akan bersekolah sambil ikut di tim sepak bola Moratalas FC yang berafiliasi atau menjadi basis klub Real Madrid," katanya.
Manajer Proyek LPI Edhy Prasetyo mengatakan dukungan Marzuki Alie adalah bertujuan untuk turut mengangkat pemain nasional menjadi pesepakbola dunia. Gagasan ini, menurutnya, tinggal selangkah lagi sampai bangsa ini berhasil menelurkan pemain kelas dunia.
"Ini kegiatan publik untuk mendorong kelas olahraga di setiap sekolah. Kini LPI menjadi barang rebutan, kami harapkan bisa mencapai cita-cita untuk mendapatkan pemaing-pemain sepakbola dunia," ujarnya.
Menurut dia, LPI adalah liga terbesar di dunia karena dilaksanakan di 296 kabupaten kota yang pada tahun 2010 melibatkan 1948 sekolah dan pada 2011 melibatkan 5.484 sekolah.
"Ke depan targetnya 10 ribu sekolah kita libatkan. Mereka kami saring melalui pemantauan langsung dan rekaman. Awalnya ada 132 anak yang rencananya dikumpulkan, namun kami hanya bisa mendapatkan 99 anak yang kemudian dilatih selama lima minggu. Setelah itu pelatih pun menyusun peringkat mereka dan didapatkan delapan orang ini," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)








