Pages

Subscribe:

Beckham Main di Liga Indonesia?

Bintang sepak bola dunia David Beckham dan rekan setimnya di LA Galaxy sangat terpesona dengan kondisi alam Indonesia. Bekas kapten tim nasional Inggris ini mengatakan kedatangannya ke Indonesia ini bukan kali pertama. Ia pernah ke Indonesia beberapa waktu lalu untuk berlibur.

"Ini bukan pertama kali saya di sini, saya pernah berlibur kesini. Tapi ini pertama saya bermain di sini," katanya dalam jumpa pers di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Senin 28 November 2011.

Dengan kostum LA Galaxy, Beckham mengaku tahu dunia sepak bola di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki pemain muda cukup berbakat. "Saya pernah dengar sepak bola Indonesia, banyak pemain muda dan berbakat," katanya.

Namun ketika ditanya apakah dirinya mau bermain di Indonesia, suami dari Victoria Beckham ini hanya tersenyum sambil menjawab, "Sampai saat ini saya masih bermain untuk LA Galaxy."

Beckham mengatakan pertandingan yang akan digelar Rabu 30 November 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno tak akan mudah. Namun ia mengatakan dirinya ingin keluar sebagai juara dalam pertandingan tersebut. "Saya ingin memenangkan pertandingan," katanya.

Beckham Tidak Mau Meremehkan Pemain Indonesia

"Yang kami dengar, Indonesia mempunyai pemain hebat dan bertalenta. Ada pemain muda Indonesia yang bermain di kompetisi Eropa", ucap Beckham saat jumpa pers di Jakarta.


Kualitas pemain Indonesia tidak perlu diragukan lagi kala melawan Juara Klub Liga Amerika, LA Galaxy. Sebab, Indonesia memiliki talenta berbakat yang perlu diasah melalui kompetisi yang berkualitas.

Pemain naturalisasi Greg Nwokolo juga menilai kompetisi merupakan medium utama menghasilkan bibit-bibit penghuni timnas. Selama ini, bibit timnas memiliki kualitas, namun tidak didukung dengan kompetisi yang bagus.

"Yang terpenting adalah, bagaimana kompetisi berjalan. Selanjutnya tinggal memetik hasilnya," kata dia menegaskan.

Terkait soal pertandingan timnas Indonesia melawan LA Galaxy, Greg mengaku sudah siap. Ia mengaku tidak perlu persiapan khusus untuk menghadapi LA Galaxy.

"Persiapannya sih biasa saja. Tapi yang pasti saya siap," pungkas pemain yang baru saja mendapatkan kewarganegaraan Indonesia ini.

Dualisme Kompetisi Liga Indonesia Adalah Kesalahan PSSI

I Solo menyayangkan adanya dua kompetisi pada waktu yang bersamaan.

Ketua PSSI Solo Hadi Rudyatmo mengatakan munculnya dualisme kompetisi menunjukkan PSSI pusat tidak becus mengelola organisasi. “Harusnya ada ketegasan dari Ketua Umum PSSI agar jangan sampai ada dua kompetisi,” kata Hadi kepada wartawan, Senin, 28 November 2011.

Dia juga menilai langkah PSSI yang menghentikan sementara LPI setelah partai perdana sebagai kesalahan serius. Menurut dia, tidak ada satu pun liga profesional di dunia yang kompetisinya istirahat lama setelah partai perdana.

“PSSI jangan menggunakan alasan ada SEA Games sehingga kompetisi dihentikan sementara. Toh tidak semua lapangan terpakai, termasuk di Gelora Bung Karno,” ujarnya. Karena itu tidak mengherankan jika akhirnya muncul LSI sebagai ungkapan kekecewaan klub-klub di Indonesia.

Lebih jauh dia mengatakan dualisme kompetisi hanya akan membuat sepak bola Indonesia makin amburadul. Sebab keduanya saling bersaing dan berupaya menjegal satu sama lain. Bahkan ada klub dengan nama yang sama, tapi tampil di dua kompetisi berbeda.

Hadi menambahkan yang paling dirugikan atas dualisme kompetisi sepak bola adalah pemain, bukan pengurus. “Ada pemain yang tidak bisa membela tim nasional hanya karena timnya berlaga di LSI. Padahal yang bersangkutan benar-benar ingin berjuang untuk timnas,” ujar dia.

Dia sendiri berharap kedua belah pihak yang bertikai dapat duduk bersama untuk mencari solusi. Sementara solusi belum didapat, PSSI diminta tidak asal memberi sanksi kepada klub-klub dan pemain yang berkompetisi di ISL.

Nikita Willy Pacaran dengan Diego Michiels?

Nikita Willy terlihat makan bersama pesepakbola, Diego Micheils. Padahal, selama ini Nikita diketahui berpacaran dengan Bara Tampubolon. 

Nama Diego saat ini memang sedang naik daun usai memperkuat skuad tim nasional Indonesia di ajang Sea Games. Tak hanya kepiawaiannya mengolah si kulit bundar, tapi juga membuat Diego digilai kaum wanita. 

Hampir sama ketika Irfan Bachdim muncul, Diego juga langsung menjadi selebriti dengan beberapa kali tampil di televisi. Hal itu membuat Diego tak hanya dikenal sebagai pesepakbola, tapi juga selebriti. Tak heran, dia mudah dikenali orang yang melihatnya. 

Terbukti ketika Diego terlihat sedang makan bersama Nikita Willy di salah satu restoran hari Sabtu lalu. Bahkan, foto Diego sedang bersama Nikita Willy juga ikut tersebar. Mereka terlihat cukup akrab di dalam foto. 

"Astaga Tuhaaan!! Diego Michiels ada depan muka gw!!!! Gantengnyaaa.. Tp kenapa harus sama si nikita willy sih???," tulis salah satu pengguna Twitter yang melihat langsung Diego dan Nikita.

Belum diketahui apakah Nikita dan Diego memang sengaja bertemu atau tidak. Namun, foto itu membuat spekulasi Nikita Willy dan Diego sedang dekat.

Tampines Rovers Gantikan Persipura di Liga Champion Asia 2012

ersipura Jayapura akhirnya benar-benar kehilangan jatah mereka untuk berlaga di ajang Liga Champions Asia (LCA). Menurut, Saleh Ismail Mukadar, AFC memilih jawara Singapura, Tampines Rovers untuk menggantikan tim Mutiara Hitam.

Kegagalan Persipura tampil di LCA ini tak terlepas dari keengganan mereka untuk berlaga di Indonesian Premier League (IPL).

"Jatah Persipura sudah hangus saat mereka menolak untuk berlaga di kompetisi resmi PSSI, IPL. Karena, hal tersebut sudah menjadi aturan dari AFC dan tidak bisa digantikan oleh klub lain dari Indonesia yang sudah didaftarkan. AFC pun mengundang wakil dari Singapura untuk menggantikan tempat Persipura," terang Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Mukadar, kepada Bola.net.

Jika melihat hasil Liga Singapura (S-League) musim lalu, Tampines Rovers, sepertinya yang akan menggantikan Persipura. Dengan begitu, wacana Arema yang akan naik menggantikan posisi Persipura tidak menjadi kenyataan.

Sebelumnya, pada musim 2009, Singapore Armed Force FC lolos dari babak play-off LCA saat itu, mereka mengalahkan wakil Indonesia, PSMS Medan dengan skor 2-1 di final play-off. PSMS akhirnya harus puas berlaga di Piala AFC.

Lebih jauh menurut Saleh, yang membuat jatah klub Indonesia berkurang di LCA dan Piala AFC lantaran hasil penilaian AFC terhadap klub-klub Indonesia memang jauh di bawah penilaian negara peserta lainnya. Indonesia mendapatkan nilai 238, sedangkan nilai negara lainnya rata-rata di atas 700.

"Nilai kita di AFC kemarin tinggi karena tipu-tipu (kebohongan). AFC merasa tidak ada peningkatan yang berarti terkait lisensi klub profesional dari waktu ke waktu yang telah diberikan kepada klub Indonesia. Untuk itu, kami tetap bertekad untuk memulai kompetisi dengan kondisi yang riil saat ini agar bisa berkembang ke depannya," sambungnya.

Persipura Minta PSSI Jangan Main Ancam


Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomy Mano, meminta kepada Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukandar, agar tak mengancam
Persipura Jayapura yang tak akan mengikuti Liga Champion Asia (LCA) karena tak ikut di kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI).

‘’PSSI jangan main ancam karena tak mendidik. Sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia mestinya membina, bukan mengancam,"


kata Tomy. Seharusnya, kata dia, PSSI jangan hanya berkomentar di media, tapi mengundang klub-klub secara baik-baik.

"Jika kami memutuskan tak ikut LPI, ada alasannya. Itu sudah kami sampaikan secara resmi, tapi tak ditanggapi PSSI,’’ ujarnya. Menurut Tomy, jika PSSI punya niat baik, ajak semua klub duduk bersama mencari solusi terhadap apa yang terjadi, bukan main ancam melalui media akan mencabut keikutsertaan Persipura di LCA.

‘’Ancam kami tak ikut LCA, dengan berkoar-koar di media, apa nggak salah alamat. Mestinya PSSI yang akan dihukum AFC karena tak mengikutsertakan Persipura,’’ katanya. Persipura memutuskan tak ikuti LPI karena sejumlah alasan. Misalnya, jadwal yang tak masuk akal dan jumlah peserta yang membengkak.

‘’Jadwal sangat mepet, dalam tiga hari bisa main dua kali. Pemain bukan robot, sementara jumlah peserta membengkak, tentu biaya akan sangat besar, mau cari dana dari mana. Sedangkan ISL hanya 18 peserta saja kami sudah kepayahan,” katanya.

Rahmad Darmawan Sudah Layak Jadi Pelatih Timnas Senior

Gelandang Persib Bandung, Tony Sucipto, menilai bahwa pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan, sudah pantas menjadi pelatih timnas senior Indonesia. Hal itu didasari dari kinerja pelatih yang lebih dikenal dengan panggilan RD tersebut dalam memimpin timnas junior dalam ajang SEA Games 2011 yang lalu.
Menurut Tony, walau akhirnya timnas U-23 gagal meraih medali emas, namun dari segi permainan, Diego Michels cs mampu menampilkan permainan yang menjanjikan.
“Mereka hanya kurang beruntung saja di final. Dari segi permainan, timnas U-23 menunjukan performa yang bagus, dari mulai babak penyisihan sampai partai puncak,” ungkap Tony, seperti dikutip dari Simamaung.com, Rabu (23/11/2011).
Tony mengatakan, dengan prestasi yang sudah diraihnya, RD layak menangani timnas senior Indonesia. “Kalau layak, pasti. Dia pelatih bagus, layak ke timnas senior. Dia juga sudah kenal karakter pemain-pemain Indonesia,” ucapnya.
Pemain yang juga tergabung dalam tim nasional Indonesia ini dengan terbuka mengakui dirinya sudah kangen untuk kembali reuni dengan pelatih asal Lampung tersebut.
“Semua pelatih sebenernya sama saja, tapi karena saya sudah lama bersama RD dan merasa cocok, jadi akan menyenangkan jika saya bisa reuni dengan beliau. Saya percaya suatu saat nanti saya kembali dilatih olehnya,” kata Tony yang pernah diasuh RD saat di Sriwijaya FC dan Persija Jakarta.

Timnas U-23 Jadi Kerangka Timnas Masa Depan

Walau tim nasional U-23 Indonesia gagal meraih medali emas dalam ajang SEA Games XXVI cabang sepak bola, banyak kemajuan dan harapan yang ditunjukkan oleh pasukan Rahmad Darmawan (RD) itu sepanjang laga digelar. Performa para pemain timnas U-23 dinilai sebagai kerangka timnas Indonesia yang baik di masa depan.

Koordinator suporter Port Numbay Persipura Mania, Marcelino Ray Hababuk, mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan pelatih Rahmad patut diapresiasi dan diacungi jempol karena mampu membentuk, meramu, ataupun meracik sejumlah pemain muda yang memiliki sifat, sikap, dan karakter yang berbeda ke dalam suatu tim.

"Lihat saja, RD bisa meramu pemain-pemain muda kita dalam satu kerangka tim yang mantap. Ada Titus Bonai dan Patrich Wanggai di depan. Ada Andik Vermansyah dan Okto Maniani di sayap kiri atau kanan. Belum lagi ada bek kiri hasil naturalisasi, Diego Michiels, dan di bek kanan, Hasim Kipuw," katanya di Jayapura, kemarin.

Menurut dia, para pemain muda yang diperoleh dari hasil seleksi yang dilakukan oleh mantan pelatih timnas Alfred Riedl ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dengan permainan sepak bola menyerang yang indah, walau masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus dibenahi pada lini tengah dan belakang.

"Jika mereka tetap dipertahankan dalam sejumlah pertandingan internasional, saya pikir mereka akan menjadi pemain-pemain masa depan Indonesia," kata Hababuk. 

Saat ini, lanjutnya, pembinaan dan latihan harus terus digelar secara konsisten. Kekalahan angka perolehan penalti dari Malaysia dalam final, Senin lalu, tak perlu sampai berpengaruh negatif terhadap mental para pemain.

Menurut dia, kalah dan menang dalam olahraga merupakan hal yang biasa dan tak perlu merasa terbebani terlalu lama. Tim harus berani memetik sejumlah pelajaran dan pengalaman yang berharga.

"Lupakan kekalahan dari Malaysia. Yang terpenting adalah bagaimana Indonesia mempunyai kerangka tim nasional yang mantap ke depan," katanya.

Permintaan Rahmad kepada PSSI

Pelatih tim nasional U-23, Rahmad Darmawan, meminta kepada para petinggi PSSI untuk tidak melakukan intervensi dalam menentukan pemain nasional. Menurut Rahmad, pelatih sejatinya harus diberi kewenangan yang luas dalam membentuk sebuah tim.

Pernyataan Rahmad disampaikan terkait kisruh dualisme kompetisi yang terjadi di PSSI. PSSI mengklaim hanya mengakui kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Sementara itu, Indonesia Super League (ISL) dinilai ilegal. Ironinya, ada beberapa pemain dari timnas U-23 yang klubnya memutuskan berkompetisi di ISL.

"Seorang pelatih timnas senior harus diberi kewenangan luas untuk memanggil pemain. Pemain dipanggil berdasarkan kebutuhan tim," ungkap Rahmad Darmawan (RD).
Dengan adanya intervensi dalam pembentukan tim, kata RD, pelatih menjadi tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. "Bukan karena si A atau si B. Kalau intervensi itu terjadi, saya pikir fungsi pelatih tidak ada lagi. Ini suatu gambaran yang jelas," ujarnya.

RD mencontohkan bagaimana dia memilih pemain karena kebutuhan dan bukan melihat pemain dari asal klubnya. Hal itu dibuktikan saat membentuk timnas U-23. RD memanggil Irfan Bachdim, Kim Jeffrey, dan Andik Vermansyah yang klub-klubnya berkompetisi di IPL. Liga tersebut dinilai ilegal oleh kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid.

"Artinya, saya ingin memberi kesempatan terbuka kepada masyarakat Indonesia bahwa ini pemain yang sedang diseleksi untuk menjadi pemain nasional. Itu gambaran-gambarannya. Mudah-mudahan didengar oleh petinggi-pentinggi yang mengurusi sepak bola Indonesia," beber pelatih yang pernah membesut Persija Jakarta itu.

Oleh karena itu, RD berharap pengurus PSSI saat ini tidak melakukan intervensi karena akan merugikan pemain dan pelatih. "Saya juga hands up (menyerah) kalau itu terjadi karena atmosfer yang kurang bagus," ungkapnya.

RD : Jangan Bosan Dukung Timnas

Masyarakat Indonesia harus kecewa lagi setelah timnas gagal meraih prestasi tertinggi di sebuah kejuaraan. Meski demikian, pelatih Rahmad Darmawan meminta publik tanah air tak bosan mendukung timnas.

Kegagalan terkini yang dialami timnas Indonesia terjadi di SEA Games XXVI. Di kandang sendiri, Gelora Bung Karno, timnas U-23 kalah adu penalti dari Malaysia di babak final.

Dengan kegagalan tersebut, berarti publik tanah air harus menunggu lebih lama lagi untuk bisa melihat timnas berjaya. Terakhir kali hal itu terjadi adalah 20 tahun lalu, saat Indonesia merebut emas sepakbola di SEA Games 1991 di Manila.

"Yang pasti (masyarakat) kecewa karena wajar ekspektasi yang begitu besar dan hasilnya harus seperti ini. Kita bisa sangat mengerti perasaan itu. Oleh karena itu, saya juga bisa sangat mengerti, apa yang harus saya lakukan," ungkap Rahmad seusai kekalahan dari Malaysia.

"Saya pikir, ini sebuah proses yang masih akan terus berlangsung. Mereka (masyarakat) mungkin harus segera kembali menunggu," imbuhnya.

"Saya hanya bisa berharap: jangan pernah bosan mendukung timnas. Membangun tim nasional itu tidak mudah," pinta Rahmad.

Beckham Datang, PSSI Dapat Rp 800 Juta


Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mendapatkan bayaran sebesar Rp800 juta dari pihak promotor, yang mendatangkan Los Angeles Galaxy ke Jakarta. Klub asal Amerika Serikat itu diperkuat mantan bintang Manchester United dan Real Madrid, David Beckham.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Tri Gustoro, di kantor PSSI, Jumat siang, 25 November 2011. "Dari Mahaka, kami dapat sekitar Rp 800 juta," tutur Tri Gustoro.

Seperti diberitakan, Beckham dan rekan-rekannya di Galaxy akan menantang Tim Nasional Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Rabu 30 November 2011. Untuk mengadakan pertandingan ini, pihak promotor, yakni Mahaka Sport dan Brown Sports Management, harus "membayar" sejumlah uang ke PSSI agar timnas bisa turun dan bertanding.

Ia menjelaskan, uang itu digunakan PSSI untuk membayar pemain dan perangkat pertandingan. Adapun soal penyewaan SUGBK ditanggung oleh pihak promotor.

"Kalau berapa pemain akan dapat, saya tidak tahu rinciannya," imbuh Tri Gustoro.

PSSI sendiri telah memanggil 21 pemain dalam partai yang disebut Laga Bintang itu. 11 pemain berasal dari Timnas SEA Games, sementara sisanya berasal dari Timnas senior. Timnas Indonesia akan dilatih coach Rahmad Darmawan di laga ini.

Beckham cs sendiri rencananya akan tiba di Jakarta pada Senin 28 November 2011. Selain bertanding dengan timnas Indonesia, Galaxy juga akan melakukan coaching clinic sertameet and greet dengan pendukungnya.

Skuad Timnas Indonesia Lawan Beckham

Tim Nasional Indonesia akan menghadapi Los Angeles Galaxy dalam Laga Bintang di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Rabu 30 November 2011. Ada 21 pemain yang dipanggil untuk memperkuat skuad Garuda.

Dari 21 pemain yang dipanggil, 11 di antaranya berasal dari Timnas SEA Games Indonesia. Adapun sisa 10 pemain berasal dari timnas senior Indonesia. Tim ini nantinya akan dilatihcoach Rahmad Darmawan yang sukses menyumbangkan medali perak di SEA Games lalu.

Yang menarik, dua pemain baru naturalisasi asal Pelita Jaya, yakni Greg Nwonkolo dan Victor Igbonefo, juga dipanggil dalam laga ini.

Beckham dan rekan-rekannya sendiri rencananya akan mendarat di Jakarta pada Senin 28 November 2011. Kedatangan mereka dipromotori oleh Mahaka Sports dan Brown Sports Management. 

Selain melawan timnas, LA Galaxy juga akan mengadakan coaching clinic dan meet and greetselama kunjungannya di Indonesia.

Berikut daftar pemain timnas Indonesia lawan Galaxy seperti rilis yang diterimaVIVAnews.com.
Pelatih: Rahmat Darmawan

Dari Timnas U-23:
 Kurnia Meiga, Andritany Adhriyasa, Diego Michiels, Abdul Rahman, Hasim Kipuw, Mahadirga Lasut, Egi Melgiansyah, Okto Maniani, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai, Titus Bonai

Timnas Senior: Firman Utina, Ahmad Bustomi, M. Ridwan, Cristian Gonzales, Boaz Salossa, Hamka Hamzah, Bambang Pamungkas, Greg Nwonkolo, Victor Igbonefo, Zulkifli.

Hanya Pemain IPL yang Bisa Perkuat Timnas

Penanggung Jawab Timnas Indonesia Bernhard Limbong menyatakan setiap pemain yang membela Tim Nasional Indonesia harus bermain di klub Indonesia Premier League (IPL).

"Pemain Timnas harus dari IPL, sudah aturannya begitu. Karena pemain Timnas itu harus dari kompetisi resmi yang disetujui PSSI dan bukan dari klub selain IPL," tukas Limbong kepada wartawan, Kamis (24/11/2011).

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng berpendapat lain, menurutnya setiap pemain berhak membela Merah Putih. Dia juga meminta PSSI tidak melakukan diskriminasi kepada pemain tertentu.

"Kalau dari pemerintah tidak boleh ada diskriminasi. Tidak ada diskriminasi untuk pemain sepakbola, semua berhak membela Timnas," kata Andi saat ditemui wartawan dalam acara pemberian bonus atlet, Kamis (24/11/2011).

Adanya dua kompetisi yakni IPL dan ISL (Indonesian Super League) melahirkan kekisruhan lain dalam persepakbolaan Indonesia. Sebagian pemain yang menjadi langganan Timnas terancam tak bisa lagi membela Garuda di ajang internasional, termasuk pemain yang berlaga di SEA Games XXVI kemarin, beberapa di antaranya memilih bergabung dengan klub ISL.

Siap Disumpah, Sergio van Dijk Incar Skuad Piala Asia

Striker Adelaide United, Sergio van Dijk akan merampungkan proses naturalisasi sebelum akhirnya membela Merah Putih di kancah Internasional. Van Dijk dijadwalkan berkostum Garuda pada Februari mendatang.

Van Dijk berpeluang membela Timnas Indonesia, namun harus lebih dulu menyelesaikan proses naturalisasi sebelum tampil di kualifikasi Piala Asia 2015. Untuk itu, pemain usia 29 tahun berharap bisa segera disumpah pada Desember nanti.

“Mereka harus membuat perjanjian dengan saya untuk pengambilan sumpah, kemudian saya akan menemukan waktu untuk pergi ke sana dan pertandingan resmi yang akan dimainkan pada Februari (lawan Bahrain),” ujar Van Dijk kepada Adelaide Advertiser, Senin (21/11/2011).

“Tidak ada batas waktu yang pasti, tapi akan bagus jika saya melakukannya sebelum 1 Januari, jadi saya punya banyak waktu untuk menyusun semua sebelum disiapkan pada Februari mendatang,” imbuh topskor A-League musim lalu.

Harapan Van Dijk tampil di Piala Asia 2015 sangat besar, karena putaran final akan digelar di Australia, negara yang menjadi tempat tinggalnya sekarang ini.

“Kurang dari empat tahun lagi dan ini akan menjadi pengalaman hebat bagi saya jika bisa membela Indonesia di turnamen ini,” tutupnya.

Saat ini Van Dijk masih menjalani peroses pemulihan cedera betis dan absen membela Adelaide dalam dua pekan terakhir.

Bernhard Limbong : Pemain Naturalisasi Haram

Penanggungjawab timnas Indonesia, Bernhard Limbong, menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi akan melakukan naturalisasi terhadap pemain sepakbola berkewarganegaraan di luar Indonesia. "Selama saya menjadi penangung jawab timnas, saya haramkan naturalisasi," tegasnya di kantor PSSI, Selasa (22/11/2011).

Hal itu disampaikan Limbong mengomentari status Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo yang kini telah resmi menjadi WNI, setelah diangkat sumpah pada 10 Oktober 2011, bulan lalu. Namun ternyata hingga kini tenaga kedua pemain itu masih belum bisa pakai untuk membela timnas, lantaran belum adanya surat pernyataan atau rekomendasi dari federasi sepakbola Nigeria bahwa kedua tak pernah membela timnas negara itu. "Saya semakin bulat, tidak perlu naturalisasi. Contohnya Greg dan Victor yang sudah resmi jadi WNI. Tapi secara de facto mereka tidak bisa membela timnas Indonesia," ungkapnya.

"Sampai sekarangpun keduanya belum bisa bermain untuk membela Indonesia," tandas Limbong.

Menurut Limbong, lebih baik Indonesia memprioritaskan pemain lokal yang mempuni dengan skill bagus. "Saya ingin bangsa ini bangga menggunakan putra daerah untuk membangun bangsa," sergahnya.

Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo bersama Tonnie Harry Cussel, Stefano Lilipaly dan Jhonny Rudolf van Beukering telah diambil sumpah di Kanwil Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkunham) dan berpeluang bisa membela timnas Indonesia di ajang kualifikasi Piala Dunia 2014.

Namun belakangan muncul permasalahan menyusul belum adanya surat resmi dari federasi sepakbola Nigeria (khusus untuk Greg dan Victor) yang menyatakan kedua tidak pernah bermain di timnas Nigeria. "Untuk apa kita susah-susah naturalisasi kalau akhirnya tidak bisa membela timnas," pungkas Limbong.

Klub besar tolak bertanding di Liga Prima Indonesia

Laga lanjutan Liga Prima Indonesia dibatalkan akibat sejumlah klub yang dijadwalkan bertanding hari ini mundur dari kompetesi yang direstui oleh PSSI tersebut.
Dari tiga pertandingan yang digelar hari ini, PSSI memastikan hanya satu pertandingan yang akhirnya tetap berjalan.
"Di Bandung tidak jalan, yang di Jayapura juga tidak berjalan, yang berjalan hanya di Bantul yang mempertandingkan Persiba Bantul dengan Bontang FC," kata Deputi Sekretaris Jenderal Bidang Kompetesi PSSI, Saleh Mukadar.
Dua pertandingan yang tidak terlaksana adalah Persipura menghadapi Arema Malang di Jayapura dan Persib Bandung yang menghadapi Mitra Kukar.
Pengurus Persipura dan Mitra Kukar jauh hari telah memutuskan untuk tidak mengikuti liga yang diusung oleh PSSI.
Mereka memilih bergabung dengan Liga Super Indonesia atau ISL yang didukung sejumlah pengurus PSSI era Nurdin Halid.
"Persipura telah mengajukan surat kepada PSSI bahwa kami tidak memenuhi jadwal LPI karena kami bergabung dengan ISL," kata Ketua Harian Persipura, La Sya kepada BBC Indonesia.
Dan Persipura justru bertanding menghadapi Persisam Samarinda di turnamen Inter Island Cup, Sabtu (26/11).

Tidak ada konfirmasi

"Persipura telah mengajukan surat kepada PSSI bahwa kami tidak memenuhi jadwal LPI karena kami bergabung dengan ISL."
La Sya
Sejumlah klub lain yang dinyatakan lolos untuk mengikuti Liga Prima Indonesia juga memilih mundur dan bergabung dengan liga tandingan, Liga Super Indonesia.
Alasannya adalah kecewaan atas sejumlah kebijakan PSSI seperti pembagian saham dan penetapan jumlah klub yang terlibat dalam kompetesi tahun ini.
Sementara itu Persib Bandung mengatakan selain karena ketidakhadiran Mitra Kukar pembatalan terjadi, karena tidak adanya persiapan dari PSSI jelang pertandingan.
"Pembatalan karena dari pihak PT Liga Prima Indonesia sama sekali tidak memberikan konfirmasi ataupun persiapan yang memadai sehingga kami pun tidak melakukan persiapan memadai. Kami baru dapat kepastian pertandingan Jumat (25/11) siang," kata Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Muhammad Farhan.
Saat ditanya apakah Persib juga akan bergabung dengan Liga Super Indonesia, Farhan mengatakan sejauh ini Persib belum menentukan hal tersebut.
"Kami belum menentukan keduanya tapi kalau ternyata PSSI dan PT LPI tidak bisa menyelenggarakan liga dengan baik, ya bisa jadi kepindahan itu benar."

Sanksi PSSI

PSSI mengatakan mundurnya sejumlah klub dari kompetisi resmi yang mereka gelar akan berdampak kepada klub di kompetesi yang diakui oleh FIFA.
Saleh Mukadar mengatakan akibat mundurnya Persipura dari liga resmi PSSI maka klub itu secara otomatis dibatalkan keikutsertaannya dari Liga Champhions Asia.
"Itu hangus dan jatah Persipura tidak bisa digantikan keikutsertaanya di Liga Champhions Asia," kata Saleh Mukadar
PSSI menurut Saleh dalam waktu dekan akan membahas sanksi bagi sejumlah tim yang tidak mengikuti kompetisi resmi mereka.
Persipura yang menjuara Liga Indonesia musim lalu sejauh ini mengatakan akan menerima konsekuensinya termasuk dicoret dari keikutsertaan di Liga Champhions Asia.
"Silakan saja buat kita tidak ada masalah. Kta peroleh juara dengan kerja keras bukan hadiah," kata La Syia.
PSSI memastikan kompetesi Liga Prima Indonesia tetap akan berjalan dengan jumlah klub yang ada dan tidak melakukan penambahan tim baru.

Gandeng Jepang, Arema Kembangkan Usia Dini


Arema Indonesia versi Indonesia Super League (ISL), menggandeng Jepang untuk mengembangkan pendidikan sepak bola usia dini di Malang.
Singo Edan menjalin kerjasama dengan Japan University Football Association (JUFA) atau Asosiasi Sepak Bola Liga Mahasiswa Jepang.
Media Officer Arema Indonesia, Sudramadji, mengungkapkan bahwa pembicaraan kerjasama ini sudah dimulai sejak tahun lalu, tepatnya sebelum menghadapi Cerezo Ozaka, Jepang.
"Salah satunya, pertemuan itu akan menindaklanjuti pertemuan Manajemen Arema Indonesia dengan Japan University Football Association (JUFA), atau tim sepak bola mahasiswa di Jepang saat mengikuti LCA tahun lalu," jelas Sudarmadji, Jumat (25/11/2011).
Utusan yang datang tersebut diantaranya adalah Executive Director JUFA, Kent Takahashi dan Masahiro Inui, Team Manager Fukuoka University Football Club, salah satu tim dibawah naungan binaan JUFA.
Dukungan suporter fanatik, Aremania, serta pengembangan sepak bola usia dini yang mulai dirintis Arema diakui Kent sebagai salah satu faktor ketertarikan JUFA, demikian diungkapkan Sudarmadji.
“Makanya, pihak JUFA ingin bekerja sama dalam pengelolaan usia dini. Adapun tahap awal yang akan dilakukan ada dua program. Yakni Coaching Clinic kerjasama JUFA dengan Arema Indonesia, dan pertandingan ujicoba,” akunya.
“Acara bakal digelar pada 19-20 Maret 2012. Untuk program Coaching Clinic nanti akan melibatkan kalangan pelajar usia 10-14 tahun untuk diberikan pendidikan dan wawasan tentang sepak bola," katanya.
Masih menurut Kent, tim dibawah naungang JUFA itu sudah melakukan keliling ke berbagai Negara untuk menimba ilmu. Lalu, dipilihlah Indonesia, karena kompetisi di Indonesia sangat bagus, dan mendapatkan dukungan yang besar dari penontonnya. "Selain itu, banyak pemain jepang yang juga bermain di Indonesia," ujarnya.
Keuntungan lain yang didapat Arema antara lain adalah akses lebih mudah untuk melakukan pendekatan kepada para alumnus JUFA. “Bahkan, bisa merekrut untuk menjadi bermain di Arema Indonesia. Program ini akan direalisasikan pada tahun 2012 mendatang," tandasnya.

Jatah Indonesia di Liga Champions Kian Berkurang


Jatah Indonesia di Liga Champions Asia bisa berkurang jika kisruh seputar kompetisi tak kunjung diatasi PSSI, demikian diungkapkan Komite Eksekutif PSSI Sihar Sitorus.
Jatah Indonesia di Liga Champions Asia (LCA) dan Piala AFC musim ini berkurang. Jika musim lalu mendapat satu tiket langsung ke LCA diwakili Arema Indonesia, satu Playoff LCA (Sriwijaya FC) dan satu tiket langsung ke Piala AFC (Persipura Jayapura), musim ini Indonesia hanya mendapat satu tiket playoff LCA, diwakili Persipura serta satu tiket langsung ke Piala AFC diwakili Arema Indonesia.
Jumlah tersebut berkurang lagi, dan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI bidang Kompetisi, Saleh Mukadar, mengungkapkan bahwa jatah musim lalu yang cukup berlimpah tidak didapat dengan cara yang ‘halal’.
“Nilai kita dulu di AFC tinggi karena tipu-tipu, kenyataannya sekarang hanya 238, jauh diatas negara lain. Lainnya rata-rata diatas 700. Tetapi sekarang kita mulai dengan apa adanya. Kalau memang ada yang kurang nanti kita benahi, infrastruktur kurang kita benahi, laporan keuangan kurang, kita benahi, juga yang lain,” ungkap Saleh dalam jumpa pers di PSSI, Jumat (25/11/11).
Namun jatah musim ini yang semakin menipis tersebut bisa terus berkurang jika konflik dualisme kompetisi PSSI tidak juga diselesaikan.
Sementara itu, dua hari sebelumnya Sihar mengungkapkan bahwa AFC sudah mengetahui permasalahan seputar kompetisi di Indonesia namun ketua AFC Jang Ji Long, AFC masih berbaik hati untuk memberikan kesempatan memperbaiki kompetisi.
"Jika Indonesia tidak bisa memperbaiki kondisi sepakbola dan menjadikan kompetisinya sebagai liga yang profesional, bukan tidak mungkin AFC akan mengurangi jatah LCA milik klub-klub Indonesia," ujar Sihar.
"Pertandingan kedua IPL akan digelar Sabtu (26/11). Saya harap, para peserta dapat mendukung dan mengikuti kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia itu dengan baik," ujar Sihar.
"Ini juga saatnya Indonesia memulai kompetisi baru, kompetisi yang profesional dan bebas bantuan APBD," ungkap Sihar.
Saat ini, sebanyak 17 klub masih terdaftar dalam kompetisi Indonesian Premier League (IPL), namun sebanyak enam diantaranya dirumorkan merapat ke Indonesia Super League (ISL), yang tak lagi diakui PSSI.
Salah satu klub yang dirumorkan hijrah ke ISL adalah Persipura Jayapura. Jika memang terjadi, Saleh menegaskan Mutiara Hitam akan kehilangan haknya tampil di playoff Liga Champions.

PSSI Ancam Cabut Tiket Persipura ke Liga Champions Asia

Persipura Jayapura terancam kehilangan tiket kereka untuk tampil di ajang Liga Champion Asia (LCA) 2012. Hal tersebut terkait pilihan klub asal Papua tersebut untuk tampil di kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang dikelola PT Liga Indonesia, bukan Indonesia Premier League (IPL) yang diakui resmi PSSI.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus.

"Ada dua opsi untuk hal tersebut. Pertama bisa dihanguskan jatahnya. Yang kedua kami ganti dengan klub lain yang sudah didaftarkan ke AFC" kata Sihar Sitorus kepada Bola.net.

Sihar menyebutkan, sejauh ini PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), pengelola IPL, telah mendaftarkan empat klub ke AFC yakni, Persipura, Arema Indonesia, Persija Jakarta dan Semen Padang, itu berdasarkan hasil kompetisi ISL musim 2010/2011.

"Tapi kami harus berkonsultasi lagi dengan AFC, apa yang harus kami lakukan jika menghadapi kasus seperti ini," tukasnya.

Persipura memang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di playoff LCA. Sementara Arema Indonesia akan tampil di babak utama Piala AFC. Hal tersebut di beberkan CEO PT LPIS, Widjajanto.

Jatah klub Indonesia untuk berlaga di kompetisi Asia baik di LCA dan Piala AFC memang berkurang dari musim sebelumnya. Menurut Widjajanto, kuota Indonesia saat ini jadi satu jatah untuk ikut playoff LCA dan satu tiket langsung babak utama AFC 2012.

Sebelumnya, pada musim 2011, Indonesia mendapatkan satu tiket langsung ke babak utama LCA, satu jatah play-off LCA, dan satu tiket langsung ke babak utama Piala LCA.

Widjajanto menyebutkan lagi, hasil tersebut diputuskan berdasarkan penilaian index AFC, serta hasil lisensi persyaratan klub profesional yang telah dilakukan AFC ke setiap anggota asosiasinya beberapa waktu lalu.

Wolfgang Pikal Latih Arema Indonesia Di Liga Super Indonesia

Mantan asisten pelatih timnas senior Wolfgang Pikal telah resmi menangani Arema Indonesia yang akan tampil di Liga Super Indonesia (ISL) 2011/12. Manajemen Arema mengontrak Pikal selama satu musim.

Media officer Arema Sudarmaji mengungkapkan, alasan manajemen klub mengontrak Pikal disebabkan banyaknya pihak yang menginginkan Singo Edan ditangani pelatih berpengalaman di tim nasional.



“Apalagi Aremania dan pecinta sepakbola di Malang Raya sudah mengetahu reputasi Wolfgang Pikal,” demikian pernyataan Sudarmaji melalui rilisnya yang diterima GOAL.com Indonesia.

“Manajemen berharap agar Aremania memberikan dukungan, sekaligus saran dan masukan kepada manajemen maupun tim, agar persiapan Arema Indonesia menghadapi ISL nanti berjalan dengan baik, dan mampu mengukir prestasi di ISL.”

Pikal mengaku senang dengan kesempatan menangani Arema. Sebelumnya, Pikal sempat berharap bisa menangani salah satu klub di Indonesia setelah tidak menjadi asisten pelatih di tim nasional.

“Bukan menjadi rahasia umum lagi Arema Indonesia adalah salah satu klub terbesar di Indonesia. Apalagi didukung suporter fanatiknya, Aremania. Ini klub yang top di Indonesia,” kata Pikal.

Ditambahkan, Arema masih perlu banyak evaluasi. Mengingat waktu sangat mepet menghadapi ISL, Pikal harus segera menyusun program percepatan untuk persiapan tim yang tangguh. Salah satu program jangka pendek yang dilakukan bakal digelar TC selama tiga hari kedepan di Kota Batu

Sikap PSSI Bisa Bikin Hancur Sepak Bola Indonesia

Ketua Umum Persija Ferry Paulus mengatakan jika PSSI akan terus memimpin dengan gayanya seperti sekarang, maka sepak bola akan hancur.
"Kalau PSSI akan terus dengan gayanya yang seperti ini, akan berbahaya bagi persepakbolaan nasional. Sepak bola kita akan hancur," ujar Ferry Paulus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/11).

Hal itu dikatakan Ferry Paulus terkait dengan sikap PSSI yang terus 'ngotot' menggelar kompetisi sepakbola nasional Indonesia Premier League (IPL) di bawah PT Liga Prima Indonesia Sportindo dan telah diingatkan berulangkali bahwa hal tersebut telah menyalahi aturan.

Bahkan dengan mengesahkannya sejumlah klub baru dengan penamaan yang mirip sama, lanjutnya, hal itu hanya akan menambah keruh persepakbolaan nasional, termasuk nama klub Persija yang telah diklaim pihak lain sebagai tim yang sah mengikuti kompetisi level tertinggi di Tanah Air.

"Kita tidak pernah menganggap ada dualisme Persija. Persija sejak dulu adalah Persija berjuluk Macan Kemayoran. Kalau PSSI membenarkan adanya Persija yang lain, maka bukan mustahil akan muncul kasus serupa dari klub-klub lain. Semua (masalah) ini datangnya dari PSSI," ujarnya.

Hal itu dikatakan Ferry Paulus di sela-sela perayaan HUT ke-83 Persija di Jakarta ditandai dengan penandatanganan bantuan sponsorship dari 'League' yang akan menyediakan apparel bagi tim Persija.

Ferry mengatakan meski tak direstui oleh PSSI, Persija versi Ferry tetap jalan terus dan pihaknya sudah mempersiapkan tim untuk mengikuti ISL di bawah PT Liga Indonesia, kompetisi yang diklaim tidak resmi oleh PSSI.

Menghadapi musim kompetisi ISL 2011-2012, Persija telah menunjuk Iwan Setiawan sebagai pelatih kepala dan membangun skuad yang cukup mumpuni untuk musim depan dengan merekrut 30 pemain.

Ke-30 pemain Persija itu adalah Galih Sudarsono, Andritany Adhyaksa, Precious Emuejeraye, Soleman Lubis, Fahreza Agamal, Abdul Tommy, Ramdhani Lestaluhu, Rudi Setiawan, Robertino Pugliara, Alan Martha, Hasim Kipuw.

Kemudian Ismed Sofyan, Fabiano Beltrame, Delton Stevano Wohon, Octavianus, Johan Juansyah, Bambang Pamungkas, A Marzukih, Bagus Djiwo Noor Cahyo, Leo Saputra, I Wayan Gangga, Pedro Javierm Rachmat Affandi, Ngurah Wahyu, Adixi Lenzivio, Saronih, Ahmad Ihwan, dan Arif Dwi Wicaksono.

Andik Vermansyah: Laga Lawan Beckham Ajang Meretas Karir Internasional

Pascakekalahan Timnas U-23 versus Malaysia di final sepak bola SEA Games ke-26 kemarin, salah satu punggawanya Andik Vermasyah kini menatap karirnya di masa mendatang. Salah satu lompatan yang akan dilaluinya adalah jika dirinya dipanggil PSSI untuk memperkuat timnas Indonesia Selection lawan LA Galaxy, yang diperkuat bintangnya David Beckham.

Andik mengaku ingin terus meniti karier ke jenjang yang lebih tinggi. Bermain di liga luar negeri, jadi salah satu impian Andik. Pemain yang memiliki tinggi 162 sentimeter ini sadar, pintu bermain di mancanegara akan terbuka bila dia terus menampilkan performa ciamik bersama timnas di level internasional. 

Salah satu ajang bagi Andik untuk unjuk gigi adalah saat laga melawan LA Galaxy. Pasalnya, laga melawan juara Liga Amerika (MLS Soccer) itu, akan mendapat sorotan luas dunia mengingat figure Beckham yang mendunia. 

Selain itu, laga melawan LA Galaxy juga akan menjadi kado spesial bagi Andik yang pada Rabu (23/11) ini genap merayakan ulang tahunnya ke-20. Sebelum mendapat kado di Laga lawan LA Galaxy, Andik sudah terlebih dahulu dihadiahi kejutan spesial dari sejumlah rekannya di timnas U-23. 

Andik dihadiahi siraman air serta lemparan kue tart ke wajahnya. Momen ini menandakan suasana hangat yang terus terpelihara di skuat timnas. Dengan kecepatan yang dimilikinya, yang juga disampaikan pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan bahwa Andik ibarat belut, kecil, lincah, kuat dan cepat siap menantang David Beckham bersama LA Galaxy di duel bertajuk persahabatan tersebut. 

Sebelumnya, PSSI menyatakan akan menurunkan kekuatan timnas terbaik yang akan turun di laga kontra LA Galaxy. Kekuatan terbaik timnas itu akan diramu oleh perpaduan pemain senior dengan tim Garuda Muda yang bersinar di Sea Games. "Saya telah tetapkan, pelatih Indonesia di laga melawan LA Galaxy adalah Rahmad Darmawan," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.